Wednesday, 29 May 2024

tidak solat dibayar dengan fidayyah

*Pertanyaan*

Seseorang yang meninggal tidak melaksanakan solat apakah Solat yang ditinggal bisa dibayar dengan fidyyah

*jawaban*

Dalam persoalan itu sudah dijelaskan dalam kitab Fathul mu'in zuz 1 hal 24

 (فائدة) من مات وعليه صلاة، فلا قضاء، ولا فدية. وفي قول - كجمع مجتهدين - أنها تقضى عنه، لخبر البخاري وغيره، ومن ثم اختاره جمع من أئمتنا، وفعل به السبكي عن بعض أقاربه، ونقل ابن برهان عن القديم أنه يلزم الولي - إن خلف تركه - أن يصلي عنه، كالصوم.   وفي وجه - عليه كثيرون من أصحابنا - أنه يطعم عن كل صلاة مدا. وقال المحب الطبري: يصل للميت كل عبادة تفعل عنه: واجبة أو مندوبة. وفي شرح المختار لمؤلفه: مذهب أهل السنة أن للانسان أن يجعل ثواب عمله وصلاته لغيره ويصله.   

*Faidah*
 Barangsiapa meninggal dunia dan memiliki tanggungan shalat,ia tidak wajib mengqadha’ dan membayar fidyah (atas shalat tersebut). 
Sedangkan menurut sebagian pendapat seperti sekelompok mujtahid shalat tersebut diqadha’i, berdasarkan hadits riwayat Imam Bukhari dan lainnya. Pendapat ini juga dipilih oleh para imam mazhab kita (Syafi’i) dan Imam as-Subki melakukan hal ini pada sebagian kerabatnya. 
Imam Ibnu Burhan menukil dari qaul qadim bahwa wajib bagi wali untuk menshalati atas shalat yang mayit tinggalkan, 
jika memang mayit meninggalkan harta tirkah (warisan).
Menurut pendapat lain, yang diikuti oleh banyak ulama dari mazhab Syafi’i bahwa wali memberi makan satu mud pada setiap shalat (yang ditinggalkan). 
Imam al-Muhib at-Thabari berpendapat bahwa setiap ibadah yang dilakukan untuk mayit bisa sampai padanya,baik berupa ibadah wajib ataupun ibadah sunnah. Dalam kitab Syarah al-Mukhtar dijelaskan: ‘Mazhab Ahlussunnah wal Jama’ah berpandangan bahwa *seseorang bisa menjadikan pahala amal dan shalatnya untuk orang lain dan pahala tersebut bisa sampai padanya*

Meskipun ada kebolehan tapi tidak serta Merta solat yang ditinggalkan simayyit gugur dengan dibayarkanya fidyah

ذهب جمهور الفقهاء " المالكيّة والشّافعيّة والحنابلة " 
إلى أنّ الصّلاة لا تسقط عن الميّت بالإطعام

Mayoritas ulama fiqih (Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanbaliyah) berpandangan bahwa shalat tidak gugur atas mayit dengan memberi makan pada orang lain (fidyyah)

Dari penjelasan diatas pidyah yang dibayar oleh ahli waris *maka pahalanya* sampai ke simayyit tentunya yang diharapkan:
*Allah rido sehingga simayyit diampuni dosa2nya terutama dosa simayyit akibat meninggalkan solat*


*Adapun hitungan fidyyah*

Dalam takaran mazhab Syafi’i fidyah yang wajib dikeluarkan adalah satu mud (675 gram/6,75 ons) atau dibulatkan 7 ons...
Jadi *CONTOH* hitung2nganya :
solat 5 waktu x 0.7 =3.5 kg x 1 tahun (365 hari)..

jadi: 3.5 x 365 =1,277.5 x harga beras Rp 12.000 = *14,730,000* pertahun yang harus fidyyah yang harus dibayar..

Usia 60 tahun mulai balig 15 tahun jadi yang wajib solat setelah balig sampai meninggal yaitu 45 tahun...

45 tahun x 14.730.000 =
Rp 662,850,000,..




No comments: