*Pertanyaan*
Apakah boleh menggauli istri yang sedang haid
*jawaban*
Kebolehan menggauli dalam hal ini bukan berarti kebolehan dalam hubungan badan tetapi menggauli bimakna istimta' diluar hubungan badan
Sesuai sabda Rasulullah saw
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلاَّ الْجِمَاعَ
Ketika turun ayat
وَيَسْأَلُونَكَ عَنْ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ
maka Rasulullah saw bersabda: Lakukan sesukamu (terhadap istrimu yang haidh), kecuali bersetubuh.
(HR Abu Daud dan Muslim)
Maka dari dasar itu istri tidak boleh melayani suaminya dengan berjima diluar jima hukumnya boleh,misalkan melayani suaminya *dengan cara apapun itu* asal bukan hubungan badan.
Adapun menikmati istri yang sedang tidak haid itupun boleh apapun itu tentunya diluar anus meskipun menghisap klitorisnya sesuai ket dalam kitab Fathul Mu'in juz 3 hal 240
يَجُوزُ لِلزَّوْجِ كُلُّ تَمَتُّعٍ مِنْهَابِمَا سِوَىَ حَلْقَةِ دُبُرِهَا وَلَوْ بِمَصِّ بَظْرِهَا
Artinya: “Diperbolehkan bagi seorang suami untuk bersenang-senang dengan isteri dengan semua model kesenangan (melakukan semua jenis aktivitas seksual) kecuali lingkaran di sekitar anusnya, walaupun dengan menghisap klitorisnya”.
Itu adalah *kebolehan* dikala Anda suka dan pasangan anda suka.
No comments:
Post a Comment