Wednesday, 29 May 2024

sunah rosul malam jumat

*Pertanyaan*

Apakah hubungan intim suami istri harus malam senin dan malam Jumat,bahkan ada yang bilang sunah rosul

*Jawaban*

Hubunga badan antara suami istri adalah ibadah tapi kalau dianggap ada kesunahan harus malam-malam tertentu,maka menurut 
Syekh Wahbah Az-Zuhayli

وليس في السنة استحباب الجماع في ليال معينة كالاثنين أو الجمعة، ومن العلماء من استحب الجماع يوم الجمعة. 

“Di dalam sunah tidak ada anjuran berhubungan seksual suami-istri di malam-malam tertentu, antara lain malam Senin atau malam Jumat.
Tetapi ada segelintir ulama menyatakan anjuran hubungan seksual di malam Jumat” 
(Al-Fiqhul Islamiyyah juz 3 halaman 556).

Adapun yang menjadi dasar bagi yang menganjurkan yaitu :

*-Dasar yang ke 1*

سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن يوم الجمعة فقال يوم صلة ونكاح قالوا كيف ذلك يا رسول الله قال لأن الأنبياء عليهم الصلاة والسلام كانوا ينكحون فيه

Rasulullah SAW ditanya perihal hari Jumat. Rasulullah menjawab: (Jumat) adalah hari hubungan dan perkawinan. 

Sahabat bertanya: Bagaimana demikian, ya Rasulullah? Nabi Muhammad menjawab: Para nabi dahulu menikah di hari ini

*-Dasar yang ke 2*

 من اغتسل يوم الجمعة وغسّل وغدا وابتكر ومشى ولم يركب ودنا من الإمام وأنصت ولم يلغ كان له بكل خطوة عمل سنة 

Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat dan membuat orang lain mandi, lalu berangkat pagi-pagi dan mendapatkan awal khutbah, dia berjalan dan tidak berkendaraan, dia mendekat ke imam, diam, lalu berkonsentrasi mendengarkan khutbah, maka setiap langkah kakinya dinilai sebagaimana pahala amalnya setahun (HR Ahmad,An-Nasa’i,Ibnu Majah)

Dalam hadis ini sipatnya husus untuk hadir dalam solat Jumat dan mandinya pun tidak ada keharusan harus mandi besar setelah hubungan badan

-*Dasar yang ke 3*

فَإِنَّهُ إِذَا فَعَلَ ذَلِكَ كَانَ أَغَضَّ لِلْبَصَرِ حَالَ الرَّوَاحِ إِلَى الْجُمُعَةِ فَفِي الْقَدِيمِ كُنَّ النِّسَاءُ يَحْضُرْنَ الْجُمُعَةَ وَاللهُ أَعْلَمُ
 

Sesungguhnya jima’ setiap hari Jumat akan menundukkan mata (nafsu) pada saat Jumatan. Perlu diketahui bahwa di zaman dulu perempuan juga ikut melaksanakan Jumatan.

Sanad hadits di atas dikeritik oleh Seh Ahmad bin Hanbal digolongkan dhoif (rowi hadisnya bermasalah) bahkan oleh imam Al-Nasai dikategorikan dhoif wa matruk yang lemah kalau dipakai dasar hukum.

*kesimpulan*

Merujuk dari Syekh Wahbah Az-Zuhayli tidak ada keharusan hubungan badan dimalam jumat

lantas darimana dasar yang menjadi keharusan bahkan disebut Sunnah dalam hal hubungan badan pasutri di malam Senin?

Wallohu a'lam

No comments: