Wednesday, 29 May 2024

bagaimana makan kepiting laut

*Pertanyaan*

Bagaimana hukum memakan kepiting laut

*jawaban*

Dalam hal ini ada perbedaan pendapat para ulama 

-Menurut mazhab Hanafi dan Syafi’iii

وَمَا عَدَا أَنْوَاعُ السَّمَكِ مِنْ نَحْوِ إِنْسَانِ الْمَاءِ وَخِنْزِيْرِهِ خَبِيْثٌ فَبَقِيَ دَاخِلًا تَحْتَ التَّحْرِيْمِ. وَحَدِيْثُ (هُوَ الطَّهُوْرُ مَاؤُهُ وَالْحِلُّ مَيْتَتُهُ) الْمُرَادُ مِنْهُ السَّمَكُ 

"Dan selain berbagai macam ikan, seperti manusia laut (duyung) dan babi laut adalah menjijikkan dan masuk kategori haram

-Menurut mazhab Maliki dan mazhab Hanbali

وَصَيْدُ البَحْرِ كُلُّهُ حَلَالٌ إِلَّا أَنَّ مَالِكاً يَكْرَهُ خِنْزِيْرَ الْمَاءِ لِاسْمِهِ وَكَذَلِكَ كَلْبُ الْمَاءِ عِنْدَهُ وَلَا بَأْسَ بِأَكْلِ السَّرَطَانِ وَالسُّلَحْفَاةِ وَالضِّفْدَعِ 

Dan binatang buruan laut semuanya halal, hanya saja imam Malik memakruhkan babi laut karena namanya,begitu pula anjing laut menurutnya Dan tidak haram memakan kepiting, penyu,dan katak laut.

Sedangkan dalam kitab Al-Mughni halaman 337 Ibnu Qudamah menjelaskan: 

كُلُّ مَا يَعِيْشُ فِي الْبَرِّ مِنْ دَوَابِّ الْبَحْرِ لَا يَحِلُّ بِغَيْرِ ذَكَاةٍ كَطَيْرِ الْمَاءِ وَالسُّلَحْفَاةِ وَكَلْبِ الْمَاءِ إِلَّا مَا لَا دَمَ فِيْهِ كَالسَّرَطَانِ فَإِنَّهُ يُبَاحُ بِغَيْرِ ذَكَاةٍ 

Setiap apa yang dapat hidup di daratan berupa binatang melata laut itu tidak halal, tanpa disembelih terlebih dahulu seperti burung laut penyu, dan anjing laut 
(semuanya dapat hidup didarat & dikaut)
Kecuali binatang yang tidak memiliki darah seperti kepiting,maka boleh dimakan tanpa disembelih.

No comments: