Saturday, 2 March 2019

[SALAH] PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PAKAI DANA BPJS

Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni angkat bicara terkait dengan rumor penggunaan dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Sahroni menegaskan bahwa informasi yang disebarkan melalui media sosial Facebook tersebut tidak benar.

Selengkapnya terdapat di penjelasan!

KATEGORI: FABRICATED CONTENT

===

SUMBER: MEDIA SOSIAL FACEBOOK

https://www.facebook.com/search/str/infrastruktur+bpjs/keywords_search?epa=SEARCH_BOX

https://www.facebook.com/search/str/infrastruktur+bpjs/keywords_search?epa=SEARCH_BOX

===

NARASI:

1.dana darimana pak de.. bpjs aja ancur wong di oake dana nya buat infrastruktur so so'an keluarkan program pake kartu lagi.. #gagalpaham

2. Ini kan logika dana BPJS yang dipake buat infrastruktur.
Blom yang dana haji dipake buat infrastruktur. Apa yang gagal berangkat haji nanti sa'i nya keliling jalan tol?

===

PENJELASAN: Beredar melalui media sosial Facebook yang menyebut bahwa adanya penggunaan dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Melansir dari antaranews.com, Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Politikus Partai NasDem ini dalam keterangan tertulisnya meminta masyarakat untuk cerdas mengkonsumsi informasi yang bertujuan memecah belah bangsa, terlebih menjelang Pemilu serentak 2019.

Sahroni menjelaskan bahwa sejauh ini pemerintah telah membangun jalan baru sepanjang 2.650 kilometer (km), jalan tol 1.000 km dan juga pemeliharaan jalan sepanjang 46.770 km. Tidak hanya infrastruktur jalan, pembangunan jalur kereta api juga digarap sepanjang 3.258 km di Jawa, Sulawesi, Sumatera hingga Kalimantan.

Ditambahkan pula, di sektor udara pemerintah juga membangun 15 bandara baru dan pengadaan 20 pesawat perintis. Tak lupa pula di sektor laut membangun 24 pelabuhan baru, pengadaan 26 kapal barang perintis, serta pengadaan kapal ternak dan 500 unit kapal rakyat.

Anggota Komisi Hukum DPR ini menjelaskan, melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, pemerintah menggelontorkan dana sebesar 4.700 triliun rupiah untuk merealisasikan pembangunan insfratruktur tersebut. Dana tersebut diperoleh dari dana APBN. Selain itu, pembangunan infrastruktur juga menggunakan dana yang berasal dari kerja sama dengan investor asing dan utang luar negeri.
===

REFERENSI:

https://bali.antaranews.com/berita/140450/hoaks-pembangunan-infrastruktur-pakai-dana-bpjs

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190228010331-32-373292/dpr-pembangunan-infrastruktur-pakai-dana-bpjs-itu-hoaks

http://www.tribunnews.com/nasional/2019/02/27/pembangunan-infrastruktur-pakai-dana-bpjs-hoaks

https://www.beritasatu.com/politik/540368-bohong-pembangunan-infrastruktur-pakai-dana-bpjs.html

https://faktualnews.co/2019/02/28/hoax-pembangunan-infrastruktur-pakai-dana-bpjs/126424/

https://economy.okezone.com/read/2019/02/28/320/2023878/pembangunan-infrastruktur-pakai-dana-bpjs-itu-hoaks

https://ekbis.sindonews.com/read/1382494/34/anggota-dpr-pastikan-info-pembangunan-infrastruktur-pakai-dana-bpjs-hoaks-1551263813

No comments: