Tuesday, 5 March 2019

Dzikir

DZIKIR


Dzikir menurut LUGOH atau bahasa artinya menyebut,menuturkan, mengingat.


Dzikir menurut ISTILAH atau teknis artinya "mengingat Allah SWT dengan maksud untuk mendekatkan diri kepadaNya"


PERINTAH DZIKIR


Allah Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.”
(QS. al-Ahzab: 41)

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Karena itu, ingatlah kalian kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadakalian dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kalian mengingkari (nikmat)-Ku.”
 (QS. al-Baqarah: 152)




Downloads here dzikir https://www.mediafire.com/file/3bx0z8t5j2l2kn1/Allah_hu_Allah.mp3/file


Di dalam teknis dzikir terbagi dua

1.DZIKIR BILLISAN
yaitu berdzikir dengan menggunakan lidah dan menggerakkan kedua bibir,sesuai hadis rosululloh saw

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَجُلاً قَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ ، إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَليَّ ، فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَتَشَبْثُ بِهِ قَالَ : (( لاَ يَزالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللهِ )) . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ، وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ )) .

Dari ‘Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam ini telah banyak bagiku, maka beritahulah kepadaku sesuatu yang bisa aku pegang selalu.” Beliau menjawab, “Hendaklah lisanmu selalu basah karena berdzikir kepada Allah.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Berzikir dengan lisan ada dua cara :

     A.DZIKIR SIRR

yaitu berdzikir dengan suara perlahan sekiranya hanya terdengar oleh telinga orang yang berdzikir ahli tasauf menamakan dzikir ini adalah “Azzikru Bissirry”

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعا
ً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلاَ تَكُن مِّنَ الْغَافِلِين
َ
“Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”
(QS. Al Araf : 205)



        B.DZIKIR JAHHAR


yaitu berdzikir dengan suara keras sekira terdengar telinga orang yang berdzikir dan orang yang didekatnya.
Sedangkan dalil yang menunjukkan boleh mengeraskan suara dalam berdzikir secara umum di antaranya adaah hadits qudsi berikut ini
Rasulullah SAW bersabda:

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: أَناَ عِنْدَ ظَنِّي عّبْدِي بِي وَأنَا مَعَهُ عِنْدَ ذَكَرَنِي، فَإنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرًا مِنْهُ –منقق عليه

Allah Ta’ala berfirman: 
Aku kuasa untuk berbuat seperti harapan hambaku terhadapku, dan aku senantiasa menjaganya dan memberinya taufiq serta pertolongan kepadanya jika ia menyebut namaku. Jika ia menyebut namaku dengan lirih Aku akan memberinya pahala dan rahmat dengan sembunyi-sembunyi, dan jika ia menyebutku SECARA BERJAMAAH atau dengan SUARA KERAS maka aku akan menyebutnya di kalangan malaikat yang mulia.
(HR Bukhari-Muslim).


2.DZIKIR BILQOLBI


Alloh swt berfirman

لَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّار
ِ
Artinya: “…dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.” QS. Ali Imran 191)

Dalam hal yang tidak menyenangkan pun dirinya bisa melihat dengan haqqul yakin, bahwa Allah sangat mencintai hamba-Nya.
Bertafakur berarti berpikir dengan akal sehat untuk menemukan hikmah (kebijaksanaan) dalam setiap peristiwa yang dihadapi, dialami ataupun dirasakan. 
Dengan cara demikian, maka kita akan mengerti secara jelas sikap terbaik apa yang harus kita berikan atas peristiwa yang terjadi.
Pada saat yang sama kita harus mampu menghubungkan peristiwa yang terjadi dengan konsep keimanan kepada Allah SWT.
Inilah yang disebut dengan Dzikir dengan hati sehingga kita senantiasa bersyukur atas segala nikmat dan bersabar atas segala musibah


3.DZIKIR BIL ABDAN


dzikir anggota badan ialah dengan cara menjadikan anggota badan itu asyik melaksanakan kepatuhan atau ibadah kepada Allah. Itulah sebabnya Allah Swt menamai shalat itu dengan dziir, 
sebagai mana Firman-Nya
(Al-Jumu’ah:9)
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui.


Sebagian ulama ahli ma’rifah (ulama tasawuf) mengatakan bahwa dzikir itu ada 7 BAGIAN BADAN yaitu:


1. Dzikir kedua mata dengan menangis sewaktu mengingat dan menyebut nama Allah.
2. Dzikir dua telinga dengan mendengarkan ajaran Allah dengan penuh perhatian.
3. Dzikir lidah dengan sanjungan dan pujian.
4. Dzikir dua tangan dengan suka memberi pertolongan.
5. Dzikir badan dengan kesetiaan dan pemenuhan kewajban.
6. Dzikir hati dengan takut kepada Allah, disertai harap kepada-Nya.
7. Dzikir ruh dengan penyerahan
sepenuhnya dan Ridha kepada-Nya.

BACAAN DZIKI

1.istigpar
Abu Hurayrah ra pernah dia mendengar Rasulullah saw bersabda:

وَاللهِ إِنِّيْ َلأَسْتَغْفِرُ الله َوَ أَتُوْبُ إِلَيْهِ فِيْ الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِيْنَ مَرَّةً (رواه البخاري)

“Demi Allah, sesungguhnya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”
(HR Bukhari)

Ibnu Umar ra juga pernah berkata: Kami biasa menghitung bacaan Rasulullah saw dalam sekali pertemuan, beliau membaca seratus kali:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ  (رواه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن صحيح )

“Wahai Tuhanku! Ampunilah aku. Dan terimalah taubat untukku. Sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang”.
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Seseorang yang selalu beristighfar kepada Allah, maka dosa-dosanya akan dihapus oleh Allah.
Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda :

  مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا، ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ، ثُمَّ يُصَلِّي، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ، ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ: ( وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُواْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ اللّهَ فَاسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللّهُ وَلَمْ يُصِرُّواْ عَلَى مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُون(
         
” Tidak ada satupun seorang hamba yang berbuat suatu dosa, kemudian berdiri untuk bersuci, kemudian melakukan sholat dan beristighfar untuk meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuni dosanya. Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam membaca surat Ali Imran , ayat : 135, yang artinya: “ Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. “
( Hadits Hasan Riwayat at-Tirmidzi  )


Dalam hadis lain

وقال صلى الله عليه وسلم: كَثْرَةُ الاسْتِغْفَارِ تَجْلُبُ الرِّزْقَ

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Memperbanyak istighfar bisa menarik rizki"

وقال صلى الله عليه وسلم: أكْثِرُوا مِنَ الاسْتِغْفَارِ، فَمَنْ  أَكْثَرَ مِنْهُ جَعَلَ الله لَهُ مِنْ كُلِّ غَمٍّ وَهَمٍّ فَرَجا  وَرَزَقَهُ من حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Perbanyaklah beristigfar karena barang siapa yang memperbanyak  istigfar maka Allah akan menjadikan jalan keluar dari setiap kesedihan  dan kesusahan dan memberikan rizki dari jalan yang tidak disangka - sangka".


2.tasbih


Sesuai hadis rosululloh saw

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  مَنْ سَبَّحَ اللهَ  فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ وَحَمِدَ اللهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ وَكَبَّرَ اللهَ ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ فَتِلْكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُوْنَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw beliau bersabda: "Barangsiapa bertasbih kepada Allah sehabis shalat sebanyak 33kali, dan bertahmid kepada Allah 33 kali, dan bertakbir kepada Allah 33 kali, hingga semuanya berjumlah 99, dan beliau menambahkan, dan kesempurnaan seratus adalah membaca Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai'in qadiir, maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan."
(H. R. Muslim)

واخرج الشيخان عن ابي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : كلمتان حبيبتان الى الرحمن , خفيفتان على اللسان , ثقيلتان في الميزان : سبحان الله وبحمده , سبحان الله العظيم

Diriwayatkan oleh Syaikhoni (bukhori muslim) dari Abu Hurairoh Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda (Dua kalimat yang dicintai oleh Dzat yang Maha Welas Asih, ringan diucapkan oleh lisan dan berat dalam timbangan (Mizan), yaitu: Subhanallahi Wa_bihamdih , Subhanallaahil_’adziim)
(HR bukhori muslim)


3.kalimah toyibah


Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ merupakan harga surga
Suatu saat Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mendengar muadzin mengucapkan ’Asyhadu alla ilaha illallah’. Lalu beliau mengatakan pada muadzin tadi,


« خَرَجْتَ مِنَ النَّارِ »


”Engkau terbebas dari neraka.”
 (HR. Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ

”Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga”
(HR. Abu Daud)


Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ adalah kebaikan yang paling utama
Abu Dzar berkata,

قُلْتُ ياَ رَسُوْلَ اللهِ كَلِّمْنِي بِعَمَلٍ يُقَرِّبُنِي مِنَ الجَنَّةِ وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ، قَالَ إِذاَ عَمَلْتَ سَيِّئَةً فَاعْمَلْ حَسَنَةً فَإِنَّهَا عَشْرَ أَمْثَالِهَا، قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مِنَ الْحَسَنَاتِ ، قَالَ هِيَ أَحْسَنُ الحَسَنَاتِ وَهِيَ تَمْحُوْ الذُّنُوْبَ وَالْخَطَايَا

”Katakanlah padaku wahai Rasulullah, ajarilah aku amalan yang dapat mendekatkanku pada surga dan menjauhkanku dari neraka.” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,”Apabila engkau melakukan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan karena dengan melakukan kebaikan itu engkau akan mendapatkan sepuluh yang semisal.” Lalu Abu Dzar berkata lagi,”Wahai Rasulullah, apakah ’laa ilaha illallah’ merupakan kebaikan?” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallambersabda,”Kalimat itu (laa ilaha illallah) merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan kesalahan.”
Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ adalah dzikir yang paling utama.


Hal ini sebagaimana terdapat pada hadits yang disandarkan kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam (hadits marfu’),

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

”Dzikir yang paling utama adalah bacaan ’laa ilaha illallah’.”
Semoga penjelasan singkat ini bisa bermanfaat


WALLOHUL MUWAFIQ ILA AQWAMITTORIQ

No comments: