Khodam
Artinya pembantu dari kalangan gaib,
Yang ada di manusia biasa khodamnya yaitu dari kalangan jin dan tugas jin ini adalah pembantu manusia tsb
Yang ada di manusia biasa khodamnya yaitu dari kalangan jin dan tugas jin ini adalah pembantu manusia tsb
Benarkah anggapan ini?
Siapa yang sejatinya dibantu,
si jin ataukah manusia?
si jin ataukah manusia?
Siapa yang sejatinya lebih berkuasa, si jin ataukah manusia?
Tidak ada yang gratis apalagi ketika berhadapan dengan karakter penipu. Mustahil si jin ini mau membantu secara cuma-cuma.
Jin ini mau membantu karena manusia mau mengabdi kepada jin. Sehingga siapa yang sejatinya diuntungkan?
Jawabannya si jin.
Jawabannya si jin.
Dia yang lebih berkuasa,
sementara manusia selalu bergantung kepada jin.
Tidak Ada Manusia yang Menguasai Jin selain Sulaiman sebab nabi suliman adalah seorang nabi dan rosul dan sesuatu hal keluar biasan yang di berikan oleh allah swt kepada rosulnya allah yaitu Mu'jijat
Allah kisahkan dalam Al-Quran, salah satu doa Sulaiman,
قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Sulaiman berdoa: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kekuasaan yang tidak dimiliki oleh seorangpun sesudahku, Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi”.
(QS. Shad: 35)
Salah satu diantara kekuasaan Sulaiman, yang tidak mungkin dimiliki orang lain adalah bisa mengendalikan dan menguasai jin. Sehingga semua jin menjadi tunduk dan patuh kepada Sulaiman.
Bahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak mau melangkahi doa Sulaiman ini.
Suatu ketika, pada saat mengimami shalat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan gerakan yang berbeda di luar kebiasaannya.
Pagi harinya, Beliau menceritakan,
إِنَّ عِفْرِيتًا مِنَ الجِنِّ تَفَلَّتَ عَلَيَّ البَارِحَةَ لِيَقْطَعَ عَلَيَّ الصَّلاَةَ، فَأَمْكَنَنِي اللَّهُ مِنْهُ، فَأَرَدْتُ أَنْ أَرْبِطَهُ إِلَى سَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِي المَسْجِدِ حَتَّى تُصْبِحُوا وَتَنْظُرُوا إِلَيْهِ كُلُّكُمْ، فَذَكَرْتُ قَوْلَ أَخِي سُلَيْمَانَ: رَبِّ هَبْ لِي مُلْكًا لاَ يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي فَرَدَّهُ خَاسِئًا
Sesungguhnya jin ifrit menampakkan diri kepadaku tadi malam, untuk mengganggu shalatku. Kemudian Allah memberikan kemampuan kepadakku untuk memegangnya. Aku ingin untuk mengikatnya di salah satu tiang masjid, sehingga pagi harinya kalian semua bisa melihatnya. Namun saya teringat doa saudaraku Sulaiman: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kekuasaan yang tidak dimiliki oleh seorangpun sesudahku.” Kemudian beliau melepaskan jin itu dalam keadaan terhina.
(HR. Bukhari & Muslim ).
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mau mengikat jin itu di tiang masjid, karena itu beliau lakukan berarti beliau telah menguasai jin, yang itu menjadi keistimewaan Sulaiman.
Karena teringat doa Sulaiman,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melepaskan jin itu, padahal jika beliau mau, beliau mampu.
Punya khodam jin sama saja minta bantuan kepada jin sedangkan allah swt sudah menegaskan dalam firmanya
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan”
(QS. Al Jin: 6).
Tetapi mengapa nabi sulaiman mendapatkan bantuan jin
Itu khusus mu'jijat sebab Allah taklukkan jin untuk tunduk di bawah kerajaan beliau.
Itu khusus mu'jijat sebab Allah taklukkan jin untuk tunduk di bawah kerajaan beliau.
Allah halangi mereka, sehingga tidak bisa menyimpang atau melakukan kerusakan.
Allah berfirman:
وَمِنَ الشَّيَاطِينِ مَن يَغُوصُونَ لَهُ وَيَعْمَلُونَ عَمَلًا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَكُنَّا لَهُمْ حَافِظِينَ
“Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan Kami yang menjaga mereka itu.”
(QS. Al-Anbiya: 82)
(QS. Al-Anbiya: 82)
Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan:
“Maksud ayat, Allah lindungi Sulaiman sehingga tidak terkena tindakan jahat setan, bahkan sebaliknya, semua setan berada di bawah genggamannya dan kekuasaannya. Tidak ada satupun setan yang mampu mendekatinya. Beliau mengusai mereka, jika beliau mau, beliau bisa lepaskan setan atau sebaliknya, beliau bisa penjarakan setan. Allah berfirman,
وَآخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِي الأصْفَادِ
“Setan yang lain yang terikat dalam belenggu.”
(QS. Shad: 38)
Adapun kita sebagai manusia biasa,
Manusia diperintahkan oleh Allah swt untuk melakukan muamalah (pergaulan) dengan sesama manusia, karena tujuan hubungan sosial adalah untuk melahirkan ketenangan hati, kerja sama yang baik, saling percaya, saling menyayangi dan saling memberi.
Manusia diperintahkan oleh Allah swt untuk melakukan muamalah (pergaulan) dengan sesama manusia, karena tujuan hubungan sosial adalah untuk melahirkan ketenangan hati, kerja sama yang baik, saling percaya, saling menyayangi dan saling memberi.
Semua itu dapat berlangsung dan terwujud dengan baik, karena seorang manusia dapat mendengarkan pembicaraan saudaranya, dapat melihat sosok tubuhnya, berjabatan tangan dengannya, melihatnya gembira sehingga dapat merasakan kegembiraan nya, dan melihatnya bersedih sehingga bisa merasakan kesedihannya.
Allah swt mengetahui fitrah manusia yang cenderung dan merasa tenteram bila bergaul dengan sesama manusia, oleh karena itu, Dia (allah) tidak pernah menganjurkan manusia untuk menjalin hubungan dengan makhluk ghaib yang asing bagi manusia.
Bahkan Allah swt tidak memerintahkan kita untuk berkomunikasi dengan malaikat sekalipun, padahal semua malaikat adalah makhluk Allah yang taat kepada-Nya.
Para nabi dan rasul alahimussalam pun hanya berhubungan dengan malaikat karena perintah Allah swt dalam rangka menerima wahyu, dan amat berat bagi mereka jika malaikat menampakkan wujudnya yang asli di hadapan mereka.
Oleh karena itu tidak jarang para malaikat menemui Rasulullah saw dalam wujud manusia sempurna agar lebih mudah bagi Rasulullah saw untuk menerima wahyu.
Cerita Jin yang Menyerupai Ibnu Taimiyyah
كنت في مصر في قلعتها، وجرى مثل هذا إلى كثير من الترك من ناحية المشرق، وقال له ذلك الشخص: أنا ابن تيمية، فلم يشك ذلك الأمير أني أنا هو، وأخبر بذلك ملك ماردين، وأرسل بذلك ملك ماردين إلى ملك مصر رسولا وكنت في الحبس؛ فاستعظموا ذلك وأنا لم أخرج من الحبس، ولكن كان هذا جنيا يحبنا فيصنع بالترك التتر مثل ما كنت أصنع بهم؛ لما جاءوا إلى دمشق: كنت أدعوهم إلى الإسلام، فإذا نطق أحدهم بالشهادتين أطعمته مما تيسر، فعمل معهم مثل ما كنت أعمل، وأراد بذلك إكرامي ليظن ذاك أني أنا الذي فعلت ذلك.
قال لي طائفة من الناس. فلم لا يجوز أن يكون ملكا؟ قلت لا. إن الملك لا يكذب وهذا قد قال أنا ابن تيمية وهو يعلم أنه كاذب في ذلك.
قال لي طائفة من الناس. فلم لا يجوز أن يكون ملكا؟ قلت لا. إن الملك لا يكذب وهذا قد قال أنا ابن تيمية وهو يعلم أنه كاذب في ذلك.
Suatu ketika saat saya (Ibnu Taimiyyah) ditahan di penjara Mesir,
Ada kejadian yang terjadi terhadap orang-orang Turki Timur.
Ada seorang yang mengaku,
“Saya adalah Ibnu Taimiyyah”.
Seorang pemimpin Turki itu yakin bahwa seorang yang dilihatnya adalah saya (Ibnu Taimiyyah).
Maka dilaporkanlah kejadian itu kepada Raja Mardin (sebuah Provinsi sekarang di daerah Turki).
Untuk memastikan kebenarannya, Raja Mardin pun mengutus utusan kepada Raja Mesir.
Hal itu membuat gempar masyarakat Mesir, padahal beliau (Ibnu Taimiyyah) masih di dalam penjara dan tidak keluar kemana-mana.
Kenapa ada Ibnu Taimiyyah juga di Turki?
Ibnu Taimiyyah mengemukakan, “‘Orang’ tersebut adalah jin yang mencintai saya”.
Dia berbuat sebagaimana apa yang telah saya perbuat kepada Orang Tartar dari Turki saat mereka datang ke Damaskus dahulu.
Saya ajak mereka masuk Islam,
ketika salah satu dari mereka masuk Islam, saya beri makan seadanya.
Sebagian orang bertanya kepadaku, “Barangkali itu Malaikat?”.
“Bukan, kalau Malaikat tak mungkin mengatakan ‘Saya Ibnu Taimiyyah’, karena Malaikat tak mungkin BERBOHONG”. Jawab Ibnu Taimiyyah.
Maka dengan itu jelas ada bahaya besar kalau kita melakukan interaksi dengan makhluk jin apapun itu sebutanya,
kita bisa kita petik hikmah dari cerita seorang jin yang mencintai ulama sekelas ibnu taimiyyah maka jin itu berbohong atasnama ibnu taimiyyah, itupun perkataan ibnu taimiyyah yang menjawab pertanyaan orang orang :malaikat tidak mungkin berbohong..
kita bisa kita petik hikmah dari cerita seorang jin yang mencintai ulama sekelas ibnu taimiyyah maka jin itu berbohong atasnama ibnu taimiyyah, itupun perkataan ibnu taimiyyah yang menjawab pertanyaan orang orang :malaikat tidak mungkin berbohong..
Apalagi kepada kita yang bukan siapa siapa tentunya bisa se'enaknya si jin pendamping mengalabui kita yang paling bahaya dalam hal keyakinan
Kita ambil contoh
kalau seseorang yang bukan dari golongan orang yang di berikan karomah oleh allah karena ketaatannya kepada allah bahkan dalam kehidupanya masih suka melaksanakan dosa besar dan kecil tapi punya kehebatan dengan
tidak tembus tubuhnya di terjang peluru contohnya,itu dapat di pastikan bukan karomah,berarti ada peranan jin pendamping,sehingga waktu di tembak beberapa kali tidak tergores sedikitpun oleh peluru apalagi meninggal
Mungkin sedikit banyaknya di dalam hati orang tsb ada keyakinan saya hebat tidak bisa mati oleh peluru
Secara tidak langsung bahwa dirinya punya kuasa akan kematian dan sekaligus dirinya membantah kepada firman allah
kalau seseorang yang bukan dari golongan orang yang di berikan karomah oleh allah karena ketaatannya kepada allah bahkan dalam kehidupanya masih suka melaksanakan dosa besar dan kecil tapi punya kehebatan dengan
tidak tembus tubuhnya di terjang peluru contohnya,itu dapat di pastikan bukan karomah,berarti ada peranan jin pendamping,sehingga waktu di tembak beberapa kali tidak tergores sedikitpun oleh peluru apalagi meninggal
Mungkin sedikit banyaknya di dalam hati orang tsb ada keyakinan saya hebat tidak bisa mati oleh peluru
Secara tidak langsung bahwa dirinya punya kuasa akan kematian dan sekaligus dirinya membantah kepada firman allah
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.
Ingat
Makhluk tidak punya kuasa
Maka kalau ada keyakina didalam hati bahwa manusia yang punya kuasa berarti sudah membuat tandingan kepada allah swt
Wallohul muwafiq ila aqwamittoriq
Baca penjelasan jin adalah penipu di alamat:
https://myhutbah.blogspot.com/2019/03/bisikan-gaib-menurut-sudut-pandang-islam.html

No comments:
Post a Comment