Apa itu ruwaibidoh
Nabi Muhammad SAW dalam hadisnya yang berbunyi:
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: سيَأتي علَى النَّاسِ سنواتٌ خدَّاعاتُ يصدَّقُ فيها الكاذِبُ ويُكَذَّبُ فيها الصَّادِقُ ويُؤتَمنُ فيها الخائنُ ويُخوَّنُ فيها الأمينُ وينطِقُ فيها الرُّوَيْبضةُ قيلَ وما الرُّوَيْبضةُ قالَ الرَّجلُ التَّافِهُ في أمرِ العامَّةِ
- Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidoh turut bicara,Lalu Rasulullah SAW ditanya, Apakah Ruwaibidlah itu?" Rasulullah SAW menjawab, "Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.
(Sunan Ibnu Majah)
وفي حديث آخر فسر الرسول الرويبضة بأنه الرجل الفاسق فقد جاء في كنز العمال عن أنس بن مالك : إن أمام الدجال سنين خداعة! يكذب فيها الصادق ، ويصدق فيها الكاذب، ويخون فيها الأمين ، ويؤتمن فيها الخائن، ويتكلم فيها الرويبضة قيل: وماالرويبضة؟ قال:الفاسق يتكلم في أمر العامة. فكلمة الرويبضة لا يعدو معناها عن أن يتكلم في الأمر من لا يصلح ، أي أن الأمر يوسد لغير أهله
- Dan di hadis lain Rasulullah menerangkan bahwa yang dimaksud dengan Ruwaibidlah adalah seseorang yang Fasik.Dan dari kitab Kanzun Ummal, Anas bin Malik *Sesungguhnya di zaman Dajjal penuh dengan kedustaan* Pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat. Kemudian Rasulullah ditanya, apa itu Ruwaibidlah? Beliau menjawab seorang yang fasik berbicara tentang urusan umum.
Kalimat Ruwaibidlah maknanya tentang bagaimana orang itu berbicara urusan yang tidak benar atau perkara itu disandarkan (diserahkan) kepada yang bukan ahlinya.
Ketika seseorang sering tampil di depan khalayak umum melalui berbagai media informasi maka saat itu pula ia dapat mengubah citranya yang buruk menjadi baik
Berbagai informasi dari belahan dunia mudah untuk kita dapatkan melalui website, media sosial dan televisi. Popularitas dan viralitas menjadi impian dan tujuan banyak orang, semua orang berlomba-lomba untuk menjadi pusat perhatian banyak orang.
Sebab menjadi viral kita akan mendapatkan banyak keuntungan,salah satu dapat mengubah kondisi dan citra seseorang yang tadinya jelek bisa jadi baik begitupun sebaliknya yang tadina baik bisa jadi jelek maka dari itu berhati hatilah dalam bermedos budayakan kehati2an dan selalu Tabayyun supaya kita tidak ikut terseret di pusaran fitnah akhir jaman
Kenapa terjadi *amanat diberikan kepada penghianat* (sesuai hadis di atas) atau pemimpin dzolim?
Kita lihat hadis Rasulullah SAW:
ﺳﻴﺎٔﺗﻲ ﺯﻣﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍٔﻣﺘﻲ ﻳﻔﺮﻭﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻭﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ،ﻓﻴﺒﺘﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺜﻼﺙ ﺑﻠﻴﺎﺕ ﺍٔﻭﻻﻫﺎ ﻳﺮﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺒﺮﻛﺔ ﻣﻦ ﻛﺴﺒﻬﻢ
ﻭﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﻳﺴﻠّﻂ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺳﻠﻄﺎﻧﺎ ﻇﺎﻟﻤﺎ ﻭﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ ﻳﺨﺮﺟﻮﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺑﻐﻴﺮ ﺍٕﻳﻤﺎﻥ
Akan datang satu masa dimana umatku akan lari (berpisah) dari ulama dan ahli fikih maka Allah akan memberikan dan menurunkan tiga bencana:
1. Allah akan mengangkat barokah dari usaha mereka
2. Allah akan turunkan pemimpin yang dholim
3. Allah akan keluarkan dari dunia dengan tanpa bekal Iman.
Lantas siapa itu ulama
Kita lihat Surat Fathir ayat 28.
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
“Hanya saja yang takut kepada Allah dari sekian hamba-Nya adalah ulama,”
Ulama tafsir seperti seh Jamaluddin Al-Qasimi menjelaskan siapa ulama yang dimaksud dalam Surat Fathir ayat 28 ini.
إنما يخشاه تعالى بالغيب، العالمون به عز وجل، وبما يليق به من صفاته الجليلية, وأفعاله الجميلة؛ لما أن مدار الخشية معرفة المخشي والعلم بشؤونه، فمن كان أعلم به تعالى، كان أخشى منه عز وجل. كما قال عليه الصلاة والسلام أنا أخشاكم لله وأتقاكم له
Ulama adalah mereka yang takut kepada Allah meskipun tidak melihat-Nya.
Mereka juga memahami sifat keagungan dan perbuatan baik yang layak bagi-Nya karena titik tumpu dari rasa takut ini adalah pengenalan atas Zat yang ditakuti dan mengerti ‘kondisi’-Nya.
Orang yang lebih mengenal-Nya,maka ia yang paling takut kepada-Nya sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam Shahih Bukori, ‘Aku orang yang paling takut di antara kamu kepada Allah, dan aku yang paling bertakwa di antara kalian’
Syekh Jamaluddin Al-Qasimi juga mejelaskan ulama yang dimaksud pada ayat ini adalah ulama yang memahami keilmuan dalam hal agama sehingga dengan keimuanya yang jadi amal,sehingga sampailah kepada derajat makrifatulloh
Kenapa penting dijelaskan?
- hadis ruwaibidoh ditiap pemilu terulang dan terulang bukan tidak baik diulang2 tapi seolah2 hadis tsb dipakai bukan untuk dakwah tapi untuk memukul lawan politik
- kalaupun misalkan kita memang dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang jadi penghianat atau pemimpin dzolim bisa jadi konsekwensi bagi kita yang diberikan oleh Allah SWT akibat sudah jauh dari ulama,
- kalau ada pemimpin dzolim maka yang wajib kita pertanyakan sejauh mana orang2 dijaman sekarang mengikuti fatwa2 beliau ( ulama) meskipun rutinan terus berjalan,apakah ilmu itu jadi amal?
No comments:
Post a Comment