*Pertanyaan*
Apakah orang yang junub atau haid atau nifas boleh memandikan jenazah
*Jawaban*
Bagi wanita haid atau nifas atau junub memandikan & mengkapani zenajah *hukumnya boleh* baik zenajah keluarganya atau zenajah orang lain.
Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami mengatakan:
وَيُغَسَّلُ الْجُنُبُ وَالْحَائِضُ ) وَمِثْلُهُمَا النُّفَسَاءُ ( الْمَيِّتُ بِلَا كَرَاهَةٍ ) لِأَنَّهُمَا طَاهِرَانِ وَفِيهِ تَضْعِيفٌ لِمَا قَالَهُ الْمَحَامِلِيُّ مِنْ حُرْمَةِ حُضُورِهِمَا عِنْدَ الْمُحْتَضَرِ وَوُجِّهَ بِمَنْعِهِمَا لِمَلَائِكَةِ الرَّحْمَةِ لِمَا فِي الْخَبَرِ الصَّحِيحِ { أَنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ جُنُبٌ } إذْ لَوْ نَظَرَ لِذَلِكَ لَحَرُمَ تَغْسِيلُهُمَا لَهُ أَيْضًا وَلَا قَائِلَ بِهِ وَتَوَهُّمُ فَرْقٍ بَيْنَ الْمُحْتَضَرِ وَالْمَيِّتِ لَا يُجْدِي لِاحْتِيَاجِ كُلٍّ إلَى حُضُورِ مَلَائِكَةِ الرَّحْمَةِ
“Orang junub dan haidl demikian pula wanita nifas diperbolehkan memandikan mayit tanpa dihukumi makruh, sebab keduanya suci.
Pertimbangan ini melemahkan pendapat Imam al-Mahamili yang mengharamkan kehadiran orang junub dan haid berada di samping orang yang sekarat.
Pendapat ini memiliki sisi pandang bahwa keduanya dapat mencegah malaikat rahmat berdasarkan hadits Nabi, ‘Sungguh malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat orang junub.’
Pendapat Al-Mahamili ini lemah sebab bila tolok ukurnya dapat mencegah malaikat rahmat,maka tentu orang junub dan wanita haidl haram memandikan mayit. Sementara tidak ulama’ yang mengatakannya.
Klaim adanya perbedaan di antara orang yang sekarat mati dan mayit merupakan hal yang tidak prinsipil sebab masing-masing membutuhkan kehadiran malaikat rahmat,"
(Tuhfatul Muhtaj halaman 166)
قَوْلُ الْمَتْنِ بِلَا كَرَاهَةٍ ) أَيْ وَلَوْ مَعَ وُجُودِ غَيْرِهِمَا ع ش قَالَ الْبَصْرِيُّ لَكِنْ يَظْهَرُ أَنَّهُ خِلَافُ الْأَوْلَى لِلْحَدِيثِ الْآتِي ا هـ .
“Ucapan dalam matan itu,tidak adanya hukum makruh (tahrim)memandikan mayit bagi junub dan wanita haid maksudnya meskipun ditemukan orang lain yang suci, seh hasan al-Bashri mengatakan akan tetapi menurut pandangan yang unggul hal tersebut hukumnya khilaful aula"
No comments:
Post a Comment