Tuesday, 25 June 2024

ruawibidoh

Apa itu ruwaibidoh

Nabi Muhammad SAW dalam hadisnya yang berbunyi: 


عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: سيَأتي علَى النَّاسِ سنواتٌ خدَّاعاتُ يصدَّقُ فيها الكاذِبُ ويُكَذَّبُ فيها الصَّادِقُ ويُؤتَمنُ فيها الخائنُ ويُخوَّنُ فيها الأمينُ وينطِقُ فيها الرُّوَيْبضةُ قيلَ وما الرُّوَيْبضةُ قالَ الرَّجلُ التَّافِهُ في أمرِ العامَّةِ 


- Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidoh turut bicara,Lalu Rasulullah SAW ditanya, Apakah Ruwaibidlah itu?" Rasulullah SAW menjawab, "Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.

(Sunan Ibnu Majah)


وفي حديث آخر فسر الرسول الرويبضة بأنه الرجل الفاسق فقد جاء في كنز العمال عن أنس بن مالك : إن أمام الدجال سنين خداعة! يكذب فيها الصادق ، ويصدق فيها الكاذب، ويخون فيها الأمين ، ويؤتمن فيها الخائن، ويتكلم فيها الرويبضة قيل: وماالرويبضة؟ قال:الفاسق يتكلم في أمر العامة. فكلمة الرويبضة لا يعدو معناها عن أن يتكلم في الأمر من لا يصلح ، أي أن الأمر يوسد لغير أهله


- Dan di hadis lain Rasulullah menerangkan bahwa yang dimaksud dengan Ruwaibidlah adalah seseorang yang Fasik.Dan dari kitab Kanzun Ummal, Anas bin Malik *Sesungguhnya di zaman Dajjal penuh dengan kedustaan* Pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat. Kemudian Rasulullah ditanya, apa itu Ruwaibidlah? Beliau menjawab seorang yang fasik berbicara tentang urusan umum. 
Kalimat Ruwaibidlah maknanya tentang bagaimana orang itu berbicara urusan yang tidak benar atau perkara itu disandarkan (diserahkan) kepada yang bukan ahlinya
.


Ketika seseorang sering tampil di depan khalayak umum melalui berbagai media informasi maka saat itu pula ia dapat mengubah citranya yang buruk menjadi baik

Berbagai informasi dari belahan dunia mudah untuk kita dapatkan melalui website, media sosial dan televisi. Popularitas dan viralitas menjadi impian dan tujuan banyak orang, semua orang berlomba-lomba untuk menjadi pusat perhatian banyak orang.

Sebab menjadi viral kita akan mendapatkan banyak keuntungan,salah satu dapat mengubah kondisi dan citra seseorang yang tadinya jelek bisa jadi baik begitupun sebaliknya yang tadina baik bisa jadi jelek maka dari itu berhati hatilah dalam bermedos budayakan kehati2an dan selalu Tabayyun supaya kita tidak ikut terseret di pusaran fitnah akhir jaman


Kenapa terjadi *amanat diberikan kepada penghianat* (sesuai hadis di atas) atau pemimpin dzolim?


Kita lihat hadis Rasulullah SAW:


ﺳﻴﺎٔﺗﻲ ﺯﻣﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍٔﻣﺘﻲ ﻳﻔﺮﻭﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻭﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ،ﻓﻴﺒﺘﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﺜﻼﺙ ﺑﻠﻴﺎﺕ ﺍٔﻭﻻﻫﺎ ﻳﺮﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺒﺮﻛﺔ ﻣﻦ ﻛﺴﺒﻬﻢ
ﻭﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﻳﺴﻠّﻂ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺳﻠﻄﺎﻧﺎ ﻇﺎﻟﻤﺎ ﻭﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ ﻳﺨﺮﺟﻮﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺑﻐﻴﺮ ﺍٕﻳﻤﺎﻥ


Akan datang satu masa  dimana umatku akan lari (berpisah) dari ulama dan ahli fikih maka Allah akan memberikan dan menurunkan tiga bencana:

1. Allah akan mengangkat barokah dari usaha mereka

2. Allah akan turunkan pemimpin yang dholim

3. Allah akan keluarkan dari dunia dengan tanpa bekal Iman.


Lantas siapa itu ulama 


Kita lihat Surat Fathir ayat 28. 


إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ 


“Hanya saja yang takut kepada Allah dari sekian hamba-Nya adalah ulama,” 

Ulama tafsir seperti seh Jamaluddin Al-Qasimi menjelaskan siapa ulama yang dimaksud dalam Surat Fathir ayat 28 ini. 


إنما يخشاه تعالى بالغيب، العالمون به عز وجل، وبما يليق به من صفاته الجليلية, وأفعاله الجميلة؛ لما أن مدار الخشية معرفة المخشي والعلم بشؤونه، فمن كان أعلم به تعالى، كان أخشى منه عز وجل. كما قال عليه الصلاة والسلام أنا أخشاكم لله وأتقاكم له


Ulama adalah mereka yang takut kepada Allah meskipun tidak melihat-Nya.

Mereka juga memahami sifat keagungan dan perbuatan baik yang layak bagi-Nya karena titik tumpu dari rasa takut ini adalah pengenalan atas Zat yang ditakuti dan mengerti ‘kondisi’-Nya. 

Orang yang lebih mengenal-Nya,maka ia yang paling takut kepada-Nya sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam Shahih Bukori, ‘Aku orang yang paling takut di antara kamu kepada Allah, dan aku yang paling bertakwa di antara kalian’

Syekh Jamaluddin Al-Qasimi juga mejelaskan ulama yang dimaksud pada ayat ini adalah ulama yang memahami keilmuan dalam hal agama sehingga dengan keimuanya yang jadi amal,sehingga sampailah kepada derajat makrifatulloh


Kenapa penting dijelaskan?


- hadis ruwaibidoh ditiap pemilu terulang dan terulang bukan tidak baik diulang2 tapi seolah2 hadis tsb dipakai bukan untuk dakwah tapi untuk memukul lawan politik


- kalaupun misalkan kita memang dipimpin oleh pemimpin-pemimpin yang jadi penghianat atau pemimpin dzolim bisa jadi konsekwensi bagi kita yang diberikan oleh Allah SWT akibat sudah jauh dari ulama,

- kalau ada pemimpin dzolim maka yang wajib kita pertanyakan sejauh mana orang2 dijaman sekarang mengikuti fatwa2 beliau ( ulama) meskipun rutinan terus berjalan,apakah ilmu itu jadi amal?



Sunday, 9 June 2024

supaya selamat dari kefakiran

*Tips dari rosulullah saw supaya dijaga dari kefakiran*

Sayyid Muhammad bin Ali Khirrid al-Alawi al-Husaini at-Tarimi dalam salah satu kitabnya menceritakan bahwa suatu ketika datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW mengadukan nasibnya.

Laki-laki tersebut menceritakan bahwa dirinya tumbuh menjadi seorang fakir miskin yang hidupnya tidak menghasilkan penghasilan sedikit pun, sehari-harinya ia selalu bergantung kepada orang lain. 

Mendengar penuturan laki-laki tersebut, Rasulullah kemudian memberikan tips agar terhindar dari hidup dalam keadaan fakir miskin.

Rasulullah bersabda: 

اِذَا دَخَلْتَ مَنْزِلَكَ فَسَلِّمْ، اِنْ كَانَ فِيْهِ أَحَدٌ، وَاِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ أَحَدٌ فَسَلِّمْ عَلَيَّ وَاقْرَأَ (قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ) مَرَّةً وَاحِدَةً فَأَدَرَّ اللهُ عَلَيْهِ الرِّزْقَ، حَتَّى أَفَاضَ عَلَى جِيْرَانِهِ وَقَرَابَاتِهِ

 “Apabila engkau memasuki rumahmu maka (ucakanlah) salam jika di dalamnya ada satu orang, dan jika tidak ada seorang pun di dalamnya, maka (ucapkanlah) salam kepadaku (assalamu alaika ya Rasulallah) dan bacalah (qul huwa Allahu Ahad) satu kali.

(sesampainya di rumah ia langsung mengamalkan apa yang ia terima dari Rasulullah SAW. Amalan ini ia lakukan dengan istiqamah, alhasil Allah memberikan rezeki melebihi apa yang diinginkan laki-laki tersebut sebelumnya)

Maka Allah mengatur (memberi) kepadanya rezeki, hingga melimpah kepada tetangga dan kerabatnya.

(al-Wasailusy Syafiyah  halaman 471)


toriqoh mu'tabaroh

*Pertanya'an*

Saya belum masuk salah satu toriqoh baik qodiriyyah atau sadiliyyah atau naqsabandiyah apakah saya belum termasuk salik yang berjalan dalam satu toriqoh untuk menuju Allah SWT?

*Jawaban*


Berdasarkan rujukan yang digunakan dari kitab al-Adzkiya, Muktamar NU 1931 memutuskan hal penting lain yang memperluas cakupan thariqah mu’tabarah dan *dipandang telah mengikuti thariqah mu’tabarah* 

menurut nahdotul ulama:

1. orang-orang Islam yang mendawamkan membaca Al-Quran, Dala’il Khairat, 

2. orang-orang yg menyibukkan diri dengan belajar ilmu agama seperti Fathul Qarib, Kifayatul Awam, dan sejenisnya,

2. duduk di tengah khalayak sebagai guru, 

3. memperbanyak wirid-wirid seperti puasa, shalat, 

4. melayani masyarakat (pejabat)

5. mencari kayu bakar sebagai pemenuhan sedekah untuk logistik pangan

*SUMBER*
كفاية الأتقياء ص:٨ 
(ولكل واحدهم طريق من طرق # يختاره فيكون من ذا واصلا)
(كجلوسه بين الانام مربيا # وككثرة الاوراد كالصوم الصلا)
وكخدمة للناس والحمل للحطب # لتصدق بمحصل متمولا)
يعنى لكل واحد من القوم مسلك اختاره وسلكه فيصير واصلا الى الله تعالى من ذلك المسلك فبعضهم جالس بين الناس يربيهم بارشادهم الى العبادة والاخلاق السنية : قال الامام الغزالى رضى الله عنه من علم وعمل وعلم فهو الذي يدعى عظيما في ملكوت السموات فإنه كالشمس تضيء لغيرها وهي مضيئة في نفسها وكالمسك الذي يطيب غيره وهو طيب ومهما اشتغل بالتعليم فقد تقلد أمرا عظيما وخطرا جسيما فليحفظ آدابه اهـ وبعضهم يكثر الأوراد اى     وظائف العبادات من الصلاة والصوم وقراءة القرآن والتسبيح فهذا من درجة المتجردين للعبادة ومن طرق الصالحين وبعضهم يخدم الفقهاء والصوفية واهل الدين فهذا أفضل النوافل لانه عبادة واعانة للمسلمين 

*SUMBER*
إحياء علوم الدين - ١/ /٣٤٨ )
اعلم أن المريد لحرث الآخرة السالك لطريقها لا يخلو عن ستة أحوال فإنه إما عابد وإما عالم وإما متعلم وإما وال وإما محترف وإما موحد مستغرق بالواحد الصمد عن غيره
الأول العابد وهو المتجرد للعبادة الذي لا شغل له غيرها أصلا ولو ترك العبادة لجلس بطالا فترتيب أوراده ما ذكرناه
الثاني العالم الذي ينفع الناس بعلمه في فتوى أو تدريس أو تصنيف فترتيبه الأوراد يخالف ترتيب العابد فإنه يحتاج إلى المطالعة للكتب وإلى التصنيف والإفادة ويحتاج إلى مدة لها لا محالة
الثالث المتعلم والاشتغال بالتعلم أفضل من الاشتغال بالأذكار والنوافل فحكمه حكم العالم في ترتيب الأوراد ولكن يشتغل بالاستفادة حيث يشتغل العالم بالإفادة وبالتعليق والنسخ حيث يشتغل العالم بالتصنيف
الرابع المحترف الذي يحتاج إلى الكسب لعياله فليس له أن يضيع العيال ويستغرق الأوقات في العبادات بل ورده في وقت الصناعة حضور السوق والاشتغال بالكسب ولكن ينبغي أن لا ينسى ذكر الله تعالى في صناعته بل يواظب على التسبيحات الأذكار وقراءة القرآن فإن ذلك يمكن أن يجمع إلى العمل
الخامس الوالي مثل الإمام والقاضي والمتولي في أمور المسلمين فقيامه بحاجات المسلمين وأغراضهم على وفق الشرع وقصد الإخلاص أفضل من الأوراد المذكورة فحقه أن يشتغل بحقوق الناس نهارا ويقتصر على المكتوبة ويقيم الأوراد المذكورة بالليل كما كان عمر رضي الله عنه يفعله
السادس الموحد المستغرق بالواحد الصمد الذي أصبح وهمومه هم واحد فلا يحب إلا الله تعالى ولا يخاف إلا منه ولا يتوقع الرزق من غيره ولا ينظر في شيء إلا 
ويرى الله تعالى فيه

Maka dari itu hasil rujukan di atas meskipun Anda belum masuk dalam satu toriqoh husus asalkan sesuai rujukan diatas maka Anda juga sudah termasuk yang bertoriqoh menuju Allah swt..

semoga dapat dipahami dan menjadikan spirit untuk Anda meskipun anda bukan bagian dari salah satu toriqoh yang ada di kita yaitu qodiriyyah,tijaniyyah,naqsabandiyah dll

afdol domba daripada udunan sapi untuk kurban

*Pertanyaan*

Apdol mana antara qurban sapi dengan 7 orang dan qurban domba untuk satu orang 

*Jawaban*

والشاة أفضل من مشاركة سبعة في بدنة أو بقرة لأنه يتفرد بإراقة دم

Berqurban dengan seekor kambing, lebih afdhal dibandingkan ikut udunan onta atau sapi bersama 7 orang,Karena qurban seekor kambing berarti menumpahkan  darah (menyembelih) sendirian. 
(al-Muhadzab, 1/433).

Keterangan Ibnu Qasim Al-Ghazzi Syafiiyah 

وتجزىء الشاة عن شخص واحد وهي أفضل من مشاركته في بعير

Seekor kambing bisa untuk qurban satu orang, dan seekor kambing lebih utama dibandingkan ikut udunan unta. (Fathul Qarib, hlm. 312)

aqiqah dengan unta

*Penjasan aqiqah dengan unta atau sapi* 


Misalnya ada tujuh orang yang patungan membeli sapi,dari ketujuh orang tersebut yang tiga berniat untuk aqiqah,sedang yang lainnya hanya sekedar mengambil dagingnya untuk dimakan ramai-ramai atau mayoran.


لَوْ ذَبَحَ بَقَرَةً أَوْ بَدَنَةً عَنْ سَبْعَةِ أَوْلَادٍ أَوْ اشْتَرَكَ فِيهَا جَمَاعَةٌ جَازَ سَوَاءٌ أَرَادُوا كُلُّهُمْ الْعَقِيقَةَ أَوْ بَعْضُهُمْ الْعَقِيقَةَ وَبَعْضُهُمْ اللَّحْمَ كَمَا سَبَقَ فِي الْاُضْحِيَّةِ


 Jika seseorang menyembelih sapi atau unta yang gemuk untuk tujuh anak atau adanya keterlibatan (isytirak) sekelompok  orang dalam hal sapi atau unta tersebut maka boleh,baik semua maupun sebagian dari mereka berniat untuk aqiqah sementara sebagian yang lain berniat untuk mengambil dagingnya untuk pesta (makan besar/mayoran)
(an Nawawi Al-Majmu zuz 8 hal 409)

Adapun aturan aqiqah (pada hari ketujuh disembelih hewan dicukur rambutnya dan diberi nama) sesuai hadis rosulullah saw:

الْغُلَامُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ وَيُسَمَّى

Seorang bayi itu tergadaikan dengan aqiqahnya, pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur rambutnya, dan diberi nama
(HR Tirmidzi).

Disina ada persolan,bukan aqiqahnya tapi hewan aqiqah ada kalanya hewan aqiqah memakai hewan unta atau sapi 
( selain kambing yang ada dalam hadis 
على الغلام شاتان وعلى الجارية شاة لا يضركم ذكرانا كن أو أناثا )

Kita tinjau dulu pesan penting yang ingin dikatakan dalam hadits diatas adalah anjuran untuk mempublikasikan kebahagian,kenikmatan dan nasab. Dengan demikian aqiqah adalah salah satu bentuk taqarrub kepada Allah dan manifestasi rasa syukur kepada-Nya atas karunia yang telah dilimpahkan.

Adapun aqiqah pakai hewan salain kambing ulama berbeda pendapat :


وَالْأَصَحُّ أَنَّ الْبَدَنَةَ وَالْبَقَرَةَ أَفْضَلُ مِنَ الْغَنَمِ وَقِيلَ بَلِ الْغَنَمُ أَفْضَلُ أَعْنِي شَاتَيْنِ فِي الْغُلَامِ وَشَاةً فِي الْجَارِيَةِ 
لِظَاهِرِ السُّنَّةِ


- Menurut pendapat yang paling sahih, aqiqah dengan unta gemuk (al-badanah) atau sapi lebih utama dibanding aqiqah dengan kambing

- Namun dalam pendapat lain dikatakan bahwa aqiqah dengan kambing lebih utama, (yang di maksudkan adalah dengan dua ekor kambing untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan) karena sesuai dengan bunyi sunah,” 
(Kifayatul Akhyar hal 535).

Berhubung pendapat para ulama yang mu'tamad ada dua pendapat meskipun titik temunya sama ( tentunya sama2 hewan yang gemuk & sarat2 yang lainya)
Maka pilihan ada di kita masing2 dikarenakan keduanya juga tidak melarang baik dengan kambing atau unta

Berkurban dengan hewan betina

Berkurban dengan hewan betina

Menurut Imam Nawawi jenis kelamin hewan kurban ini dianalogikan dengan hadits yang menjelaskan kebolehan untuk memilih jenis kelamin jantan maupun betina untuk aqiqah.
 
ويجوز فيها الذكر والانثى لما روت أم كرز عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: على الغلام شاتان وعلى الجارية شاة لا يضركم ذكرانا كن أو أناثا 

وإذا جاز ذلك في العقيقة بهذا الخبر دل على جوازه في الاضحية ولان لحم الذكر أطيب ولحم الانثى أرطب

Dan diperbolehkan dalam berkurban dengan hewan jantan maupun betina. Sebagaimana mengacu pada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Kuraz dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa beliau pernah bersabda “(aqiqah) untuk anak laki-laki adalah dua kambing dan untuk perempuan satu kambing.
Baik berjenis kelamin jantan atau betina, tidak masalah. 
Jika dalam hal aqiqah saja diperbolehkan dengan landasan hadits tersebut, maka hal ini menunjukkan kebolehan untuk menggunakan hewan berjenis kelamin jantan maupun betina dalam kurban. Karena daging jantan lebih enak dari daging betina, dan daging betina lebih lembab
(al-Majmu zuz 8 hal 392)

Maka kesimpulannya dari analogi hadis aqiqah hukumnya boleh,sebab dari ketentuan qurban *tidak ada ketentuan husus mengenai jenis kelamin hewan kurban*

Tuesday, 4 June 2024

apakah wanita haid boleh memandikan zenajah

*Pertanyaan*

Apakah orang yang junub atau haid atau nifas boleh memandikan jenazah

*Jawaban*

Bagi wanita haid atau nifas atau junub memandikan & mengkapani zenajah *hukumnya boleh* baik zenajah keluarganya atau zenajah orang lain.

Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami mengatakan: 

وَيُغَسَّلُ الْجُنُبُ وَالْحَائِضُ ) وَمِثْلُهُمَا النُّفَسَاءُ ( الْمَيِّتُ بِلَا كَرَاهَةٍ ) لِأَنَّهُمَا طَاهِرَانِ وَفِيهِ تَضْعِيفٌ لِمَا قَالَهُ الْمَحَامِلِيُّ مِنْ حُرْمَةِ حُضُورِهِمَا عِنْدَ الْمُحْتَضَرِ وَوُجِّهَ بِمَنْعِهِمَا لِمَلَائِكَةِ الرَّحْمَةِ لِمَا فِي الْخَبَرِ الصَّحِيحِ { أَنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ جُنُبٌ } إذْ لَوْ نَظَرَ لِذَلِكَ لَحَرُمَ تَغْسِيلُهُمَا لَهُ أَيْضًا وَلَا قَائِلَ بِهِ وَتَوَهُّمُ فَرْقٍ بَيْنَ الْمُحْتَضَرِ وَالْمَيِّتِ لَا يُجْدِي لِاحْتِيَاجِ كُلٍّ إلَى حُضُورِ مَلَائِكَةِ الرَّحْمَةِ 

“Orang junub dan haidl demikian pula wanita nifas diperbolehkan memandikan mayit tanpa dihukumi makruh, sebab keduanya suci. 
Pertimbangan ini melemahkan pendapat Imam al-Mahamili yang mengharamkan kehadiran orang junub dan haid berada di samping orang yang sekarat. 
Pendapat ini memiliki sisi pandang bahwa keduanya dapat mencegah malaikat rahmat berdasarkan hadits Nabi, ‘Sungguh malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat orang junub.’ 
Pendapat Al-Mahamili ini lemah sebab bila tolok ukurnya dapat mencegah malaikat rahmat,maka tentu orang junub dan wanita haidl haram memandikan mayit. Sementara tidak ulama’ yang mengatakannya. 
Klaim adanya perbedaan di antara orang yang sekarat mati dan mayit merupakan hal yang tidak prinsipil sebab masing-masing membutuhkan kehadiran malaikat rahmat,"
(Tuhfatul Muhtaj halaman 166)

قَوْلُ الْمَتْنِ بِلَا كَرَاهَةٍ ) أَيْ وَلَوْ مَعَ وُجُودِ غَيْرِهِمَا ع ش قَالَ الْبَصْرِيُّ لَكِنْ يَظْهَرُ أَنَّهُ خِلَافُ الْأَوْلَى لِلْحَدِيثِ الْآتِي ا هـ . 

“Ucapan dalam matan itu,tidak adanya hukum makruh (tahrim)memandikan mayit bagi junub dan wanita haid maksudnya meskipun ditemukan orang lain yang suci, seh hasan al-Bashri mengatakan akan tetapi menurut pandangan yang unggul hal tersebut hukumnya khilaful aula"


Monday, 3 June 2024

tradisi ruatan prespektif islam

*pertanyaan*

Bagaimana pandangan syariat tentang ruwatan

*jawaban*

- Kata “ruwat” mempunyai arti terlepas (bebas) dari nasib buruk yang akan menimpa. Ruwatan atau meruwat berarti upaya manusia untuk membebaskan seseorang yang menurut kepercayaan akan tertimpa nasib buruk, dengan cara melaksanakan suatu upacara dan tata cara tertentu
 
Hukum ruwatan itu tidak haram, dengan syarat :

1. Tidak ada kegiatan yang bersifat kemaksiatan dan kemunkaran

2. Apabila Kegiatan dalam ruwatan adalah membaca yasin, doa, dzikir dan semacamnya maka hukumnya boleh karena termasuk tawasul dengan syarat : Tidak meyakini di syareatkannya bacaan tsb secara khusus (madzhab Maliki) 

3. Penyembelihan/memberikan makanan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT agar terhindar dari kejelekan/bahaya jin dll serta mensedekahkan daging/makanan tersebut kepada masyarakat

- Sebab tidak boleh menelantarkan daging/makanan tersebut tanpa ada yang menkonsumsinya .

4. Tidak meyakini bahwa yang memberikan dampak kebaikan/keburukan adalah bulan/hari na’as atau tradisi Ruwatan (artinya, kita harus tetap meyakini bahwa yang menentukan kebaikan/keburukan hanyalah Allah SWT).

*sumber*

إيضاح مفاهيم السنة ص: ١١
وَمَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ يس أَوْ غَيْرَهَا مِنَ الْقرآنِ للهِ تَعَالَى طَالِبًا الْبَرَكَةَ فِيْ الْعُمْرِ وَالْبَرَكَةَ فِيْ الْمَالِ وَالْبَرَكَةَ فِيْ الصِّحَّةِ فَإِنَّهُ لاَ حَرَجَ عَلَيْهِ وَقَدْ سَلَكَ سَبِيْلَ الْخَيْرِ، بِشَرْطِ أِنْ لاَيَعْتَقِدَ مَشْرُوْعِيَّةَ ذَلِكَ بِخُصُوْصِهِ. فَلْيَقْرَأْ يس ثَلاَثًا أَوْ ثَلاَثِيْنَ مَرَّةً أَوْ ثَلاَثَمِائَةِ مَرَّةٍ بَلْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كُلَّهُ للهِ تَعَالَى خَالِصًا لَهُ مَعَ طَلَبِ قَضَاءِ حَوَائِجِهِ وَتَحْقِيْقِ مَطَالِبِهِ وَتَفْرِيْجِ هَمِّهِ وَكَشْفِ كَرْبِهِ وَشِفَاءِ مَرَضِهِ، فَمَا الْحَرَجُ فِيْ ذَلِكَ؟ وَاللهُ يُحِبُّ مِنَ الْعَبْدِ أَنْ يَسْأَلَهُ كُلَّ شَيْءٍ حَتىَّ مِلْحَ الطَّعَامِ وَإِصْلاَحِ شِسْعِ نَعْلِهِ. وَكَوْنُهُ يُقَدِّمُ بَيْنَ يَدَيْ ذَلِكَ سُوْرَةَ يس أَوِ الصَّلاَةَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هُوَ إِلاَّ مِنْ بَابِ التَّوَسُّلِ بِاْلأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ وَبِالْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ. وَذَلِكَ مُتَّفَقٌ عَلَى مَشْرُوْعِيَّتِهِ. إهـ

*sumber*


الفقه الإسلامي وأدلته - (ج / ص ٧/١٢٢)
السؤال الحادي والعشرون : كثير من المناسبات العامة التي يدعى المسلمون لحضورها تقدم فيها الخمور ويختلط فيها النساء والرجال، واعتزال المسلمين لبعض هذه المناسبات قد يؤدي إلى عزلهم عن بقية أبناء المجتمع، وفقدانهم لبعض الفوائد. فما حكم حضور هذه الحفلات من غير مشاركة لهم في شرب الخمر أو الرقص أو تناول الخنزير؟
الجواب : في حضور حفلات تقدم فيها الخمور لا يجوز للمسلم أو المسلمة حضور مجالس المعاصي والمنكرات.

*sumber*

فتح الباري لابن حجر العسقلاني - (ج ١٠ / ص ٤٠٩)
وَقَالَ السُّبْكِيُّ الْكَبِيرُ فِي الْحَلَبِيَّاتِ الضَّابِطُ فِي إِضَاعَةِ الْمَالِ أَنْ لَا يَكُونَ لِغَرَضٍ دِينِيٍّ وَلَا دُنْيَوِيٍّ فَإِنِ انْتَفَيَا حَرُمَ قَطْعًا وَإِنْ وُجِدَ أَحَدُهُمَا وُجُودًا لَهُ بَالٌ وَكَانَ الْإِنْفَاقُ لَائِقًا بِالْحَالِ وَلَا مَعْصِيَةَ فِيهِ جَازَ قَطْعًا وَبَيْنَ الرُّتْبَتَيْنِ وَسَائِطُ كَثِيرَةٌ لَا تَدْخُلُ تَحْتَ ضَابِطٍ فَعَلَى الْمُفْتِي أَنْ يَرَى فِيمَا تَيَسَّرَ مِنْهَا رَأْيَهُ وَأَمَّا مَا لَا يَتَيَسَّرُ فَقَدْ تَعَرَّضَ لَهُ فَالْإِنْفَاقُ فِي الْمَعْصِيَةِ حَرَامٌ كُلُّهُ وَلَا نَظَرَ إِلَى مَا يَحْصُلُ فِي مَطْلُوبِهِ مِنْ قَضَاءِ شَهْوَةٍ وَلَذَّةٍ حَسَنَةٍ وَأَمَّا إِنْفَاقُهُ فِي الْمَلَاذِّ الْمُبَاحَةِ فَهُوَ مَوْضِعُ الِاخْتِلَافِ فَظَاهِرُ قَوْلِهِ تَعَالَى وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَين ذَلِك قواما أَنَّ الزَّائِدَ الَّذِي لَا يَلِيقُ بِحَالِ الْمُنْفِقِ إِسْرَاف ثمَّ قَالَ وَمن بذل مَا لَا كَثِيرًا فِي غَرَضٍ

*sumber*

غاية تلحيص المراد من فتاوي ابن زياد [ ٢٥٦ ]
(مسئلة) إذا سأل رجل آخر هل ليلة كذا أو يوم كذا يصلح للعقد أوالنقلة فلا يحتاج إلى جواب لأن الشارع نهى عن اعتقاد ذلك وزجر عنه زجرا بليغا فلا عبرة بمن يفعله. وذكر ابن الفركاح عن الشافعي أنه كان المنجم يقول ويعتقد أنه لا يؤثر إلا الله ولكن أجرى الله العادة بأنه يقع كذا عند كذا والمؤثر هو الله تعالى فهذا عندي لا بأس به وحيث جاء الذم يحمل على من يعتقد تأثير النجوم وغيرها من المخلوقات. وأفتى الزملكاني بالتحريم مطلقا وأفتى ابن الصلاح بتحريم الضرب بالرمل وبالحصى ونحوها. قال حسين الأهدل وما يوجد من التعاليق في الكتب من ذلك فمن خرفات المنجمين والمتحٍٍذلقين وترهاتهم لا يحل اعتقاد ذلك وهو من الاستقسام بالأزلام ومن جملة الطيرة المنهي عنها وقد نهى عنه علي وابن عباس وضي الله عنهما.

*sumber*

تحفة المريد [٥٧  ]
فمن اعتقد أن الأسباب بالعادية كالنار والسكين والأكل والشرب تؤثر في مسبباتها الحرق والقطع والشبع والري بطبعها وذاتها فهو كافر بالإجماع أو بقوة خلقها الله فيها ففي كفره قولان والأصح أنه ليس بكافر بل فاسق مبتدع ومثل القائلين بذلك المعتزلة القائلون بأن العبد يخلق أفعال نفسه الاختيارية بقدرة خلقها الله فيه فالأصح عدم كفرهم ومن اعتقد المؤثر هو الله لكن جعل الأسباب ومسبباتها تلازما عقليا بحيث لا يصح تخلفها فهو جاهل وربما جره ذلك إلى الكفر فإنه قد ينكر معجزات الأنبياء لكونها على خلاف العادة ومن اعتقد أن المؤثر هو الله وجعل بين الأسباب والمسببات تلازما عادي بحيث يصح تخلفها فهو المؤمن الناجي إن شاء الله اهـ

*sumber*

التفسير المنير للشيخ وهبة الزحيلي، ٦٧/٨
يحرم الإسلام التبذير، والتبذير كما قال الشافعي رضي الله عنه  إنفاق المال في غير حقه ، ولا تبذير في عمل الخير، وهذا قول الجمهور. وقال مالك : التبذير : هو أخذ المال من حقه ووضعه في غير حقه، وهو الإسراف ، وهو حرام؛ لقوله تعالى : ( إن المبذرين كانوا إخون الشيطين ) أي أنهم في حكمهم؛ إذ المبذر ساع في إفساد كالشياطين.
 
*sumber*

حاشية الباجوري عل فتح القريب في باب الحجر،٦٧٩/٢
(المبذر لماله) أي يصرفه في غير مصارفه قوله : (المبذر لماله) من التبذير وهو والسرف مترادفان على صرف المال في غير مصارفه كما يقتضيه كلام الغزالي ويوافقه قول غيره ما لا يقتضي محمدة عاجلا ولا أجرا آجلا
 
*sumber*

سراج العارفين ص ٥٧
اما وضع الطعام والازهارفي الطرق والمزارع اوالبيوت لروح الميت وغيره في الايام المعتادة كيوم العيد ويوم العيد ويوم الجمعة وغيرهما فكل ذالك من الامورالمحرمة ومن عادة الجاهلية ومن عمل اهل الشرك اهـ

*sumber*

بلغة الطلاب  ص ٩٠
مسألة - ث : العادة المطردة فى بعض البلاد لدفع شر الجن من وضع طعام أو نحوه فى الأبيار أو الزرع وقت حصاده وفى كل مكان يظن أنه مأوى الجن وكذلك إيقاد السرج فى محل ادخار نحو الأرز الى سبعة أيام من يوم الإدخار ونحو ذلك كل ذلك حرام حيث قصد به التقرب إلى الجن بل إن قصد التعظيم والعبادة له كان ذلك كفرا-والعياذ بالله- قياسا على الذبح للأصنام المنصوص فى كتبهم.
وأما مجرد التصدق بنية التقرب إلى الله ليدفع شر ذلك الجن فجائز ما لم يكن فيه إضاعة مال مثل الإيقاظ المذكور انفا, فإن ذلك ليس هو التصدق المحمود شرعا كما صرحوا أن الإيقاد أمام مصلى التراويح وفوق جبل أحد بدعة.
قلت : حتى إن مجرد التصدق بنية التقرب إلى الله لا ينبغى فعله فى خصوص تلك الأماكن لئلا يوهم العوام ما لا يجوز إعتقاده.


*sumber*

ثمرة الروضة الشهية ص ٨٦-٨٧
مسئلة (۱۰٤) ما حكم (ساجين) وهو عبارة عن وضع طعام أو غيره في الزرع وقت الحصاد أو في الأبيار وكل مكان يظن أنه مأوى الجن وقت الولائم لقصد دفع شر الجن وإيقاد المصابيح في البيت الذي يدخر فيه الأرز إلى سبعة أيام من يوم الإدخار لقصد ذلك فهل هو حرام لأنه تقرب لغير الله أولا ؟
الجواب ) إن قصد بتصدق ذلك الطعام التقرب إلى الله ليكفي الله شر ذلك من الجن لم يحرم لأنه لم يتقرب لغير الله كما لا يخفى للمنصف وأما إذا قصد الجن فحرام بل إن قصد التعظيم والعبادة لمن ذكر كان ذلك كفرا قياسا على نصهم في الذبح كما في فتح المعين ج ۲ ص ٣٤٩، والجمل على المنهج في كتاب الصيد والذبائح وغيرها اه ، هذا إذا لم يكن فيه إضاعة مال كأن لم يكن فيه إلا مأكول ويؤكل، وأما ماعهد الآن في بلدنا جاوة من أن فيه لبان جاؤه «منيان » والأزهار «كمباغ » وغيرهما مما لا يؤكل فحرام لأنه تصرف المال فيما لا يقصد شرعا ومنه الإيقاد المذكور في السؤال وقد نص العلماء أن الإيقاد أمام مصلى التراويح وفوق جبل عرفة بدعة اه والله أعلم

 *sumber*

المجموع شرح المهذب ، ٢٦٩/٢, ٢٣٣/٦
يستحب أن يتصدق بشيء أمام الحاجات مطلقا
وقال أصحابنا : يستحب الإكثار من الصدقة عند الأمور المهمة

*sumber*

تنقيح القول الحثيث ص ٢٨-٢٩
وقال صلى الله عليه وسلم : الصدقة تسد سبعين بابا من السوء ، وقال صلى الله عليه وسلم : الصدقة ترد البلاء وتطول العمر
 
المنهاج شرح صحيح مسلم بن الحجاج
 قوله : ( انظروا أعمالا عملتموها صالحة ، فادعوا الله بها لعله يفرجها ) استدل أصحابنا بهذا على أنه يستحب للإنسان أن يدعو في حال كربه ، وفي دعاء الاستسقاء وغيره بصالح عمله ، ويتوسل إلى الله تعالى به ; لأن هؤلاء فعلوه فاستجيب لهم

*sumber*

تفسير صاوي جزء ثالث ص٣١٧ 
إِنَّ فِيْ الْقُرْآنِ لَسُوْرَةً تَشْفَعُ لِقَارِئِهَا وَتَغْفِرُ لِمُسْتَمِعِهَا، أَلاَ وَهِيَ سُوْرَةُ يس. تُدْعَى فِي التَّوْرَاةِ الْمُعِمَّةَ. قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا الْمُعِمَّةُ؟ قَالَ تَعُمُّ صَاحِبَهَا بِخَيْرِ الدُّنْيَا وَتَدْفَعُ عَنْهُ أَهْوَالَ اْلآخِرَةِ. وَتُدْعَى أَيْضًا الدَّافِعَةَ وَالْقَاضِيَةَ. قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ ذَلِكَ؟ قَالَ تَدْفَعُ صَاحِبَهَا كُلَّ سُوْءٍ وَتَقْضِيْ لَهُ كُلَّ حَاجَةٍ ..... إِلَى أَنْ قَالَ: يس لِمَا قُرِئَتْ لَهُ. وَحِكْمَةُ اخْتِيَارِ الصَّالِحِيْنَ فِي اسْتِعْمَالِهَا التَّكْرَارَ كَأَرْبَعٍ أَوْ سَبْعٍ أَوْ أَحَدٍ وَأَرْبَعِيْنَ وَغَيْرِ ذَلِكَ شِدَّةُ الْحِجَابِ وَالْغَفْلَةِ عَلَى الْقَلْبِ، فَبِالتَّكْرَارِ تَصْفُوْ مِرْأَتَهُ وَتَرِقُّ طَبِيْعَتَهُ. إهـ 

*sumber*

تفسير صاوي جزء رابع ص١٣ 
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ. الدُّعَاءُ فِيْ اْلأَصْلِ السُّؤَالُ وَالتَّضَرُّعُ إِلَى اللهِ تَعَالَى فِيْ الْحَوَائِجِ الدُّنْيَوِيَّةِ وَاْلأُخْرَوِيَّةِ الْجَلِيْلَةِ وَالْحَقِيْرَةِ. وَمِنْهُ مَا وَرَدَ: لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ كُلَّهَا حَتَّى فِيْ شِسْعِ نَعْلِهِ إِذَا انْقَطَعَ. وَقَوْلُهُ أَسْتَجِبْ لَكُمْ أَيْ أُجِبْكُمْ فِيْمَا طَلَبْتُمْ. إهـ 

*sumber*

اعانة الطالبين
فائدة من ذبح تقربا لله تعالى لدفع شر الجن عنه لم يحرم أو بقصدهم حرم (قوله فائدة من ذبح) أي شيئا من الإبل أو البقر أو الغنم (وقوله تقربا لله تعالى) أي بقصد التقرب والعبادة لله تعالى وحده وقوله لدفع شر الجن عنه علة الذبح أي الذبح تقربا لأجل أن الله سبحانه وتعالى يكفي الذابح شر الجن عنه وقوله لم يحرم أي ذبحه وصارت ذبيحته مذكاة لأن ذبحه لله لا لغيره (قوله أو بقصدهم حرم) أي أو ذبح بقصد الجن لا تقربا إلى الله حرم ذبحه وصارت ذبيحته ميتة بل إن قصد التقرب والعبادة للجن كفر كما مر فيما يذبح عند لقاء السلطان أو زيارة نحو ولي اهـ

tingkatan nafsu

Syekh Nawawi Al-Jawi dalam kitab qotrul gois halaman 5 membagi nafsu dalam 7 tingkatan yang dikenal dengan istilah “marotibun- nafsi”. 
Tempat-tempat dimana nafsu ini bersemayam,dalam dunia sufi biasa dinamakan sebagai “lathifah”, yaitu sebuah titik halus dalam diri kita yang keberadaannya tersebar.

- Nafsu ammarah atau latifatunafs tempatnya adalah “ash-shodru” artinya dada.Adapun pasukan-pasukannya sebagai berikut :

1. Al-Bukhlu artinya kikir atau pelit
2. Al-Hirsh artinya tamak atau rakus
3. Al-Hasad artinya hasud
4. Al-Jahl artinya bodoh
5. Al-Kibr artinya sombong
6. Asy-Syahwat artinya keinginan duniawi

- Nafsu lawwamah atau latifatul qolbi tempatnya adalah “al-qolbu” artinya hati, tepatnya dua jari di bawah pentil susu kiri. Adapun pasukan-pasukannya sebagai berikut :

1. Al-Laum artinya mencela
2. Al-Hawa artinya bersenang-senang
3. Al-Makr artinya menipu
4. Al-’Ujb artinya bangga diri
5. Al-Ghibah artinya mengumpat
6. Ar-Riya’ artinya pamer amal
7. Az-Zhulm artinya zalim
8. Al-Kidzb artinya dusta
9. Al-ghoflah artinya lupa

- Nafsu mulhimah atau latifaturruh tempatnya adalah “Ar-ruh” tepatnya dua jari di bawah pentil susu kanan. Adapun pasukan-pasukannya sebagai berikut :

1. As-Sakhowah artinya murah hati
2. Al-Qona’ah artinya merasa cukup
3. Al-Hilm artinya murah hati
4. At-Tawadhu’ artinya rendah hati
5. At-Taubat artinya taubat atau kembali kepada Alloh
6. As-Shobr artinya sabar
7. At-Tahammul artinya bertanggung jawab

- Nafsu muthmainnah atau latifatussiri tempatnya adalah “As-Sirr” artinya rahasia, tepatnya dua jari dari samping susu kiri kea rah dada. Adapun pasukan-pasukannya sebagai berikut :

1. Al-Juud artinya dermawan
2. At-Tawakkul artinya berserah diri
3. Al-Ibadah artinya ibadah
4. Asy-Syukr artinya syukur atau berterima kasih
5. Ar-Ridho artinya rido
6. Al-Khosyah artinya takut akan melanggar larangan

- Nafsu rhodiyah atau latifatul khofi tempatnya adalah “Sirr Assirr” artinya sangat rahasia, tepatnya di jantung yang berfungsi menggerakkan seluruh tubuh. Adapun pasukan-pasukannya sebagai berikut :

1. Al-Karom artinya kemuliaan
2. Az-Zuhd artinya zuhud atau meninggalkan keduniawian
3. Al-Ikhlas artinya ikhlas atau tanpa pamrih
4. Al-Waro’ artinya meninggalkan syubhat
5. Ar-Riyadhoh artinya latihan diri
6. Al-Wafa’ artinya tepat janji

- Nafsu mardhiyah atau latifatul qolab tempatnya adalah “Al-khofiy” artinya samar, tepatnya dua jari dari samping susu kanan ke tengah dada. Adapun pasukan-pasukannya sebagai berikut :

1. Husnul Khuluq artinya baik akhlak
2. Tarku maa siwalloh artinya meninggalkan selain Alloh
3. Al-Luthfu bil kholqi artinya lembut kepada makhluk
4. Hamluhum ‘ala sholah artinya mengurus makhluk pada kebaikan
5.Shofhu ‘an dzunubihim artinya mema’afkan kesalahan makhluk
6. Al-Mail ilaihim liikhrojihim min dzulumati thoba’ihim wa anfusihim ila anwari arwahihim artinya mencintai makhluk dan cenderung perhatian kepada mereka guna mengeluarkannya dari kegelapan (keburukan) watak dan jiwa-jiwanya ke arah bercahayanya ruh-ruh mereka

- Nafsu kamilah atau latifatul akhfa tempatnya adalah “Al-Akhfa” artinya sangat samar, tepatnya di tengah-tengah dada. Adapun pasukan-pasukannya sebagai berikut :

1. Ilmul-yaqiin
2. Ainul-yaqiin
3. Haqqul-yaqiin

Dalam ilmu tasauf dikenal dengan pembersihan dari 3 unsur;

1. Tazkiyah an nafs atau Pensucian Jiwa, artinya mensucikan diri dari berbagai kecenderungan buruk, tercela, dan hewani serta menghiasinya dengan sifat sifat terpuji dan malakuti.

2. Tashfiyah al qalb, Pensucian Kalbu. Ini berarti menghapus dari hati kecintaan akan kenikmatan duniawi yang sifatnya sementara dan kekhawatirannya atas kesedihan, serta memantapkan dalam tempatnya kecintaan kepada Allah semata.

3. Takhalliyah as Sirr atau pengosongan jiwa dari segenap pikiran yang bakal mengalihkan perhatian dari dzikir atau ingat kepada Allah.

Cara caranya bisa dilihat dalam tulisan *BEKAL DIKIR*

yang membatalkan wudu

*Penjelasan yang membatalkan wudu*

- Keluarnya sesuatu dari salah satu dua jalan (qubul dan dubur) selain sperma.
Berdasarkan firman Allah dalam Surat Al-Maidah ayat 6:   

أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ   

 “Atau salah satu dari kalian telah datang dari kamar mandi”.

Selain sperma,apa pun yang keluar dari lubang depan (qubul) dan lubang belakang (dubur) baik berupa air kencing atau kotoran,barang yang suci ataupun najis,kering atau basah,itu semua dapat membatalkan wudhu.
Adapun keluar sperma,itu yang menjadikan wajib mandi besar


- Hilangnya akal karena tidur,gila,atau pingsan dan lainnya.  

 فَمَنْ نَامَ فَلْيَتَوَضَّأْ   

“Barangsiapa yang tidur maka berwudhulah.” 
(HR. Abu Dawud)

Hanya saja tidur dengan posisi duduk dengan menetapkan pantatnya pada tempat duduknya tidak membatalkan wudhu

- Bersentuhan kulit seorang laki-laki dan seorang perempuan yang sama-sama telah tumbuh besar dan bukan mahramnya dengan tanpa penghalang. 
Allah berfirman dalam Surat Al-Maidah ayat 6: 

  أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ   

 “atau kalian menyentuh perempuan.”

Sentuhan yang dimaksud yaitu yang tidak ada penghalang antara dua jenis manusia yang sah diadakan akad pernikahan

tidak batal wudhunya bila seorang laki-laki yang sudah besar bersentuhan kulit dengan seorang perempuan yang masih kecil atau sebaliknya.
Adapun ukuran seseorang itu masih kecil atau sudah besar tidak ditentukan oleh umur namun berdasarkan sudah ada atau tidaknya syahwat secara kebiasaan bagi orang yang normal dengan kata lain yang sudah balig

-Menyentuh kelamin atau lubang dubur manusia dengan menggunakan bagian dalam telapak tangan atau bagian dalam jari jemari.   

Rasulullah bersabda:   

مَنْ مَسَّ ذَكَرَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ  
 
“Barangsiapa yang memegang kelaminnya maka berwudhulah.” 
(HR. Ahmad)

Wudhu menjadi batal dengan menyentuh kelamin atau lubang dubur manusia dengan telapak tangan,baik yang disentuh masih hidup ataupun sudah mati,milik sendiri atau orang lain,anak kecil atau besar,menyentuhnya secara sengaja atau tidak sengaja,atau kelamin yang disentuh telah terputus.


meraih Lailatul qodar harus melek?

pertanyaan*

Apakah meraih Lailatul qodar harus melek semalaman

*Jawaban*

Kita tinjau dalilnya:

من صلى العشاء في جماعة فقد أخذ بحظه من ليلة القدر

"Siapa yang shalat isya' dengan berjamaah (di bulan ramadhan) maka dia telah mengambil bagiannya dari Lailatul Qadar"

Imam Syafi'i berdalil dengan hadis itu hingga beliau berkata:

من شهد العشاء والصبح ليلة القدر فقد أخذ بحظه منها

"Siapa yang shalat isya'  dan subuh berjamaah pada malam Lailatul Qadar, maka dia sudah mengambil bagian darinya" 

(Al-Munawy Faidh al-Qadir)

Imam Said Bin Musayyib berkata

مَن شَهِدَ العِشاءَ مِن لَيْلَةِ القَدْرِ فَقَدْ أخَذَ بِحَظِّهِ مِنها

"Siapa yang shalat Isya' berjamaah dari Lailatul Qadar, maka dia telah mengambil bagian dari keutamaannya." 

(Imam Malik kitab almuwattho)

Sebagian ulama mengatakan cukup shalat isya' berjamaah saja yang menjadi syarat mendapat pahala lailatul Qadar yang dimaksud sebab hanya yang isya' termasuk sebagai shalat malam.

Sebagian lagi menambah dengan shalat maghrib dan subuh berjamaah juga berdasarkan riwayat lainnya.

Paling terjamin apabila melakukan shalat maghrib, isya' dan subuh berjamaah agar dapat dipastikan bahwa lailatul qadar didapat. 

Imam Al-Baihaqi meriwayatkan:

من صلى المغرب والعشاء في جماعة حتى ينقضي شهر رمضان فقد أخذ من ليلة القدر بحظ وافر

"Siapa yang shalat maghrib dan isya' berjamaah hingga selesai bulan Ramadhan, maka dia sudah mengambil bagian yang berlimpah ruah dari Lailatul Qadar"

*Jadi kesimpulan dari dalil diatas untuk meraih Lailatul qodar tidak harus melek atau tidak tidur semalaman*

Sunday, 2 June 2024

akal

*akal anu rungkad ku nafsu*

akal numutkeun Elmu Tauhid, nyaeta: Cahya Latif (Cahya Ruhani) nu bisa manggihan kanyaho boh nu bangga atawa nu enteng,tempatna nyaeta dina ati tur sorotna dina uteuk,anapon babagian akal:

- akal tobi'i nyaeta akal nu ngabogaan kamampuhan pikeun ngahontal pimaksudeunnana ngan teu mampu ngarti pikeun nganyahokeun ayana Allah.

- akal kasbi nyaeta akal anu ngabogaan keur ngarealisasikeun pamaksudan Ngan moal mampuheun Pikeun ma'rifat ka Allah

Akal anu 2 eta dipasihkeun ku Allah sanes Ngan ukur ka manusia Wungkul tapi kasato Oge dipasihkeun maka secara naluri sato hayang dahar kawin dll, Dina ngarealisasikeun kahayangna t mikiran batal & haram anu penting beuteug seubeuh bobogaan baseuh.

saupama manusa anu dominan Dina akal anu 2 eta maka darajatna ngagejlig dihadapan Allah swt sakumaha firman Allah Dina Al quran Surat Al-A’raf Ayat 179


وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَٰفِلُونَ

Jeung saestuna kaula ( Allah) ngajadikeun eusi jahanam ti golongan jin & manusa,maranehna boga hate tapi t digunanakeun keur memahami ayat ayat Allah & maranehna boga Panon tapi t dipake ningali tanda tanda kekuasaan Allah & maranehna boga ceuli tapi t daek ngadenge kana ayat ayat Allah marehna ibarat Sato bahkan lebih sasar Batan sato,maranehna golongan anu lalai.

Dikala manusa anu dominan akal anu 2 eta maka bakal leuwih brutal daripada sato sbb berpikirnya sebatas 

Bungkus kulit

Eusi peujit 

Sarangka sirit 

Bari kahayangna teh

Duit weuteuh

Beuteung seubeuh 

Imah pageuh

Bobogaan baseuh

Tobakoh manusa hayang beunghar hayang Mulya hayang Sagala kacumponan tur Sagala rupa2 kahayang,maka dikala dominan aqal anu dua diluhur Rajeun usaha gubrat gabret,Sato teamh keur ngudag kahayangna paling anu dialana ukur daun sampeu tapi manusa Jeung beuti2na di ala t bebeja bahkan tepika taneuhna dipaok ( ngageser2 batas tanah)

lamun domba lapar gandeng disada bari ningali Kanu bogana,dikala dibere parab eta domba kunu bogana boro2 ningali tonggoy we baranghakan bari mautan jukut ka handap anu ahirna ku baturna henteu ku manehna henteu bari mending lamun repeh t disarada,saperti Kitu manusa dikala Aya kahayang merelek pamenta bari ngocomang kaditu kadieu waktuna dikabul kahayangna boro2 ningali Kanu merena ku cara sukuran malahan jatah keur Dirina tos nyampak Oge masih we bita'an hayang kana jatah milik Batur anu ahirna anu dihareupeuna t bisa disukuri bari t repeh ku bahasa: t cukuplah ini itu dst,eta teh contoh manusa miyuni domba sbb Nafsu ammarah (anu Tos dibahas Dina tingkatan nafsu & Wadia baladna) jadi dunungana,tidinya terpancar kana tempat diantar dua halis anu pamustungana pusing uring2ngan.

Maka ulah aneh dikala manusa anu dominan dua nafsu diluhur bakal ngabahayakeun lain ukur keur Dirina bahkan keur Batur Oge bisa mawa kacilakaan,cohagna gunung bakal rungkad taneuh belah,bangunan ancur ku lampah anu keur ngajurung nafsu ngumbar amarah...

Naha cukup Didinya Wungkul?

Tentuna henteu cukup Didinya Wungkul,malahan Dina ibadah Oge dikala dibarengan syahwat nafsu maka ibadahna bakal kaluar Tina tetekon,anu jadi lantaran ibadahna sbb hayang meunang Pamuji ti Batur disebut jalma tukang ibadah disebut balabah barahan ahli sodakoh Jeung sajabana.

- Akal Ghorizi, nyaeta akal nu ngabogaan kakuatan pikeun nganyahokeun kana ayana Allah ku dididasari Ayana Nash boh Tina Alquran boh tina hadis boh ayat ayat Allah anu tersurat boh ayat ayat Allah anu tersirat 

Boga hate digunanakeun keur memahami ayat ayat Allah pake tapakur،boga Panon dipake ningali tanda tanda kekuasaan Allah pake ningali tapak damel Gusti Allah,boga ceuli diangge ngadenge kana ayat ayat Allah pake nguping pitutur agama,eta bagian Tina cara kanggo naklukeun nafsu anu dua diluhur,maka:

وَالطَّاعَةُ طَاعَتَانِ عَمَلٌ وَعِلْمٌ، وَالْعِلْمُ أَنْجَحُهَا وَأَرْبَحُهَا، فَإِنَّهُ أَيْضًا مِنْ الْعَمَلِ

Akal anu dipadukeun sareng dalil syariat maka bakal ngalaporkeun elmu & amal bentuk ketaatan hamba ka sang kholik sami'na wa ato'na


*Pamungkas*

mere patwa ka jalma bodo,,maka moal bisa narima Kana eta fatwa tur bakal Malik ngewa Kanu mere patwana tapi mere fatwa ka jalma anu boga akal pasti bakal narima tur nganuhunkeun Tina hate sanubarina Kanu mere fatwana

Maksud di dieu jalma bodo sanes jalma belegug atau jalma t Aya kanyaho tapi maksudna nyaeta jalma anu mungsikeun akalna ukur akal no 1 sareng no 2 maka ulah aneh anu ngaran bener moal tepi ka jalma bodo sbb sifatna egois asa pinter beleweng dll sbb Dirina t nyadar keur dikawasa ku nafsu binatang

maksud Didieu jalma anu boga akal nyaeta jalma anu mungsikeun akal anu no 3

- akal syarofi nyaeta akalna para wali

- akal Juhad nyaeta akalna para nabi

Anu dua eta moal dibahas sbb moal kahontal ku akal urang 

Peun.