Friday, 18 January 2019

Suami yang rugi dunia celaka ahirat

Wahai para suami
Wahai para ayah
berhati hatilah jangan abaikan tanggung jawabmu di dunia supaya tidak mencelakaimu kelak di ahirat

script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-7691476900848140", enable_page_level_ads: true }); </script>


Di suatu waktu rosululloh di tanya oleh sahabatnya


قالوا يا رسول الله وما الديوث قال من يقر السوء في أهله


Apakah dayus itu wahai Rasulullah ?. Jawab Nabi : yaitu seseorang ( lelaki) yang membiarkan kejahatan ( zina, buka aurat, bergaul bebas ) dilakukan oleh ahlinya ( isteri dan keluarganya) 
Kita ambil contoh tentang dayyus
Suami tidak pernah punya rasa cemburu jika istrinya berpakaian ketat dan membuka aurat,kecantikannya dinikmati oleh semua mata laki-lak bahkan cendrung membiarkannya dan tidak menasehati serta memperbaiki ahlak istrinya
Ayah membiarkan putrinya pacaran dan dibawa ke mana saja dengan laki-laki yang bukan mahramnya Padahal kehormatan putrinya harus ia jaga sampai diserahkan pada suami yang bertanggung jawab kelak.
Ia membiarkan putrinya terjerumus dalam zina dan tidak menasehatinya.
Suami membiarkan istrinya foto selfie dengan gaya centil (apalagi membuka aurat) dan bisa menjadi fitnah/ujian bagi laki-laki yang melihatnya
Ia tidak cemburu jika ada laki-laki yang puas memandang,bisa dengan bebas “stalking” akun istrinya karena banyak foto-foto.
Bahkan bisa jadi ada laki-laki lain yang menyimpan dan mengkoleksi foto istrinya
Secara umum arti dari DAYYUS adalah membiarkan terjadi maksiat dalam keluarga tanggung jawabnya dan ia tidak cemburu ataupun terusik sedikitpun apalagi ingin mencegahnya seolah2 yang salah di anggap lumrah
Contoh2 di atas mencontohkan suami dayyus atau ayah yang dayyus yang diancam dengan diharamkan surga baginya,
Naudzubilah
dalam hadits,



ﺛَﻼَﺛَﺔٌ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟﻰَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻣُﺪْﻣِﻦُ ﺍﻟْﺨَﻤْﺮِ ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﻕُ ﻭَﺍﻟﺪَّﻳُّﻮْﺙُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﻘِﺮُّ ﺍﻟْﺨَﺒَﺚَ ﻓِﻲ ﺃَﻫْﻠِﻪِ




“Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka, pecandu bir, anak yang durhaka kepada orang tuanya, dan dayyuts yang membiarkan kemaksiatan pada istrinya (keluarganya)
Dayyuts adalah membiarkan maksiat terjadi dan tidak ada rasa mengingkarinya.
Dalam fatawa Asy-syabakiyah



ﻓﺎﻟﺪﻳﻮﺙ : ﻫﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻐﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻠﻪ ﻭﻣﺤﺎﺭﻣﻪ ﻭﻳﺮﺿﻰ ﺑﺎﻟﻤﻌﺼﻴﺔ ﻭﺍﻟﻔﺎﺣﺸﺔ



“Dayyuts adalah suami yang tidak cemburu (tidak risih/membiarkan) anggota keluarganya melakukan keharaman dan ia ridha dengan maksiat tersebut (tidak ada rasa tidak senang).
Para suami adalah pemimpin bagi para wanita dan dalam rumah tangga.
Allah berfirman,



 ﺍﻟﺮِّﺟَﺎﻝُ ﻗَﻮَّﺍﻣُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﺑِﻤَﺎ ﻓَﻀَّﻞَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑَﻌْﻀَﻬُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺑَﻌْﺾٍ ﻭَﺑِﻤَﺎ ﺃَﻧْﻔَﻘُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟِﻬِﻢْ



“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”
(QS an-Nisaa’: 34)

script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-7691476900848140", enable_page_level_ads: true }); </script>

Setiap suami sebagai kepala rumah tangga akam ditanya di akhirat mengenai perbuatan anggota keluarga yang menjadi tanggung jawabnya.
Jika istri bermaksiat,maka suami juga akan ditanya dan diminta pertanggung jawaban di akhirat kelak
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


كلكم راع، وكلكم مسئول عن رعيته، فالأمير راع، وهو مسئول عن رعيته، والرجل راع على أهل بيته، وهو مسئول عنهم، والمرأة راعية على بيت بعلها وولده، وهي مسئولة عنهم، والعبد راع على مال سيده، وهو مسئول عنه، فكلكم راع مسئول عن رعيته


“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya.
Pemimpin negara adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang yang dipimpinnya.
Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang yang dipimpinnya.
Seorang wanita adalah pemimpin bagi anggota keluarga suaminya serta anak-anaknya dan ia akan ditanya tentang mereka.
Seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya
Wahai para suami kelak istri akan jadi musuh bagimu
Wahai para ayah kelak anak2mu akan jadi musuh bagimu...
Berhati hatilah


allah telah memberikan sinyal bagi kita dalam firmanya


يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ مِنۡ أَزۡوَٲجِكُمۡ وَأَوۡلَـٰدِڪُمۡ عَدُوًّ۬ا لَّڪُمۡ فَٱحۡذَرُوهُمۡ‌ۚ

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu,maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.....
(Surah At-Taghabun: 14)

Wahai saudaraku seiman jangan sampai penyesalan datang di kemudian hari,sebb penyesalan di kemudian hari hanya penyesalan yang tiada arti...

No comments: