Sunday, 20 January 2019

Ciri ciri istri solihah

Di pertemuan kemarin kita membahas akhlaq rosululloh saw dalam berumah tangga

Baca penjelasanya di:

https://myhutbah.blogspot.com/2019/01/akhlak-rosululloh-di-rumah-tangga.html

Sekarang kita kupas

Wanita solihah

Wanita Sholehah adalah puncak kesenangan dunia,
sebagaimana sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits:

 الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَ خَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

Artinya :
“Dunia itu semuanya menyenangkan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita sholehah”.
(H.R. Muslim)



Ini suatu penegasan dari Rasulullah saw bahwa kehadiran seorang wanita sholehah dalam sebuah keluarga senantiasa membawa kesenangan terhadap suami,anak-anak dan semua keluarga.
Ini menunjukkan betapa posisi wanita sangat signifikan atau sangat menentukan baik-buruknya sebuah keluarga.
Bahkan dalam suatu riwayat dikatakan bahwa Rasulullah saw berkata :

مَنْ رَزَّقَهُ اللَّهُ امْرَأَةً صَالِحَةً , فَقَدْ أَعَانَهُ عَلَى شَطْرِ دِيْنِهِ , فَلْيَتَّقِ اللَّهَ  فِي الشَّطْرِالثَّانِي

Artinya :
“Barang-siapa yang di beri Allah rezeki berupa isteri yang sholehah, maka sungguh Allah telah menolongnya mendapat separoh dari agamanya.
Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allah untuk memperoleh yang separohnya”
(H.R. Ath-Thabroni dan Al-Hakim)

Ada 2(dua) hal yang perlu diperhatikan dari hadits ini

Pertama: Isteri sholehah adalah rezeki Allah.

Kedua: Betapa beruntungnya seorang laki-laki yang diberi rezeki berupa isteri sholehah,
karena  dengan keberadaan isteri sholehah berarti ia dibantu Allah untuk memperoleh separoh dari kesempurnaan agama.
Dengan kata-lain, ia telah mendekati ketaatan atau keimanan yang sempurna.
Ia tinggal melanjutkan proses penyempurnaannya dengan meningkatkan ketaqwaan kepada Allah.
Inilah kontribusi terbesar yang hanya dapat diberikan oleh isteri sholehah. Jadi,wajar kalau Rasulullah saw memerintahkan kaum laki-laki dari umatnya untuk berusaha memperisteri wanita sholehah sebagaimana sabda Beliau:

لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا , وَ لِسَانًا ذَاكِرًا , وَ زَوْجَةً مُؤْمِنَتًا تُعِيْنُ أَحَدَكُمْ   لأَمْرِآخِرَتِهِ
Artinya :
“Hendaklah kalian berusaha memiliki
A hati yang senantiasa bersyukur,
B memiliki lisan yang senantiasa  berdzikir
C memperoleh isteri yang sholehah yang selalu membantu kalian dalam perkara akhirat”
(H.R. Ahmad At-Tirmidzi dan Ibnu Mâjah)

Hadits ini menegaskan,bahwa isteri sholehah akan selalu membantu atau mendorong suaminya melakukan perkara-perkara keakhiratan.
Dengan kata-lain,ia tidak akan mendorong suami berbuat curang, korupsi, k.k.n. dsb.
Wanita sholehah semacam inilah yang mampu membentuk keluarga sakinah.




            SEBALIKNYA wanita atau isteri yang jahat,akan memberikan mudharat terhadap suami, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits:

ثََلاَثٌ يَدْعُوْنَ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ فَلاَ يُسْتَجَابُ لَهُمْ : رَجُلٌ كَانَتْ تَحْتَهُ امْرَأةٌ  سَيِّئَةُ الْخُلُقِ فَلَمْ يُطَلِّقْهَا…..
Artinya :
“Ada tiga macam orang yang berdo’a kepada Allâh Yang Maha Mulia dan Maha Agung, namun tidak dikabulkan. Pertama: Seorang laki-laki yang memiliki isteri yang buruk perangainya,dan ia tidak menceraikannya…………….”.
(H.R. Al-Hakim)

         Jadi isteri yang buruk perangai atau akhlaqnya akan menjadi penghalang bagi do’a sang suami.
Alangkah sengsaranya seseorang yang do’anya tidak dikabulkan Allah.
Disana pun kita bisa lihat redaksi hadis yang membolehkan mencerai seorang perempuan yang jelek ahlaqnya tentunya sudah tidak bisa di arahkan dengan berbagai cara kepada kebaikan




Sifat-Sifat Wanita Sholehah



Wanita sholehah memiliki sifat-sifat yang khusus, sebagaimana disebutkan Allah SWT dalam Al-Qur-an

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظ اللَّهُ
Artinya :
“Maka wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allâh, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka…”.
(Surah An-Nisa 34).

Dalam salah sebuah hadits, Rasulullah saw.
menyebutkan secara terperinci sifat-sifat wanita atau isteri yang sholehah.Sabda Beliau:

خَيْرُ النِّسَاءِ مَنْ تُسِرُّكَ إِذَا أَبْصَرْتَ , وَ تُطِيْعُكَ إِذَا أَمَرْتَ , وَ تَحْفَظُ غَيْبَتَكَ  فِي نَفْسِهَا وَ مَالِكَ

Artinya :
“Sebaik-baik isteri ialah yang menyenangkan-mu ketika engkau menatapnya, mematuhi-mu ketika engkau perintah; dan ketika engkau pergi, ia menjaga kehormatan-mu, yaitu dengan menjaga dirinya dan juga harta-mu”.
(H.R. Ath-Thabrini)

Dari redaksi hadis di atas jelas dengan menceritakan
sifat wanita sholehah:

1.Menyenangkan atau menimbulkan rasa senang suaminya ketika menatapnya.
Ini mencakup aspek
A penampilan yang selalu menyenangkan kalau sedang berhadapan dengan suami
B berkomunikasi dengan tutur kata yang baik dan ucapanya selalu menyejukan suami

2.Patuh atau taat ketika diperintah suaminya,apapun yang di perintahkan oleh suami dengan iklas melaksanakanya meskipun sesibuk apapun dia tetapi selalu menyediakan waktu untuk melayani perintah suaminya TENTUNYA bukan perintah yang membawa dirinya terjerumus ke dalam api neraka,kalaupun suaminya memerintahkan seperti itu dia menolaknya dengan santun dan sekaligus memberikan pengertian,mangingatkan dengan penuh rasa cinta kepada suaminya

3.Menjaga kehormatan suaminya, yaitu ketika suaminya pergi,
ia tidak melakukan perbuatan yang meruntuhkan kehormatan suami.
Ia tidak pernah menceritakan kekurangan suaminya kepada orang lain meskipun kepada ibu jempol kakinya sendiri Intinya apapun yang dapat merusak kehurmatan suaminya akan ia hindari

4.Mampu menjaga harta suaminya dengan segala kekuatanya meskipun nyawa taruhanya

Ada satu hal yang perlu diketahui, bagaimana pun sholehahnya seorang wanita,
bila berada di bawah kepemimpinan suami yang tidak becus,tidak memiliki pengetahuan agama atau tidak mau menyerahkan untuk mendidiknya kepada yang mampu di bidang agama misal si suruh berangkat ke pengajian sebab tidak mampu membina dan menasihati isterinya,maka akan sia-sialah potensi wanita itu.
Dengan kata-lain,potensi keshalihan seorang wanita hanya dapat berkembang dengan baik apabila berada di bawah kepemimpinan suami yang baik pula.
Allah telah menyebutkan hal ini dalam surah An-Nisa ayat 34:

الرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاءِ……..
Artinya :
“Laki-laki itu adalah pemimpin bagi perempuan”
Kata Qawwâmûn (قوامون) dalam ayat ini berasal dari kata Qawwam (قوام) dari segi bahasa Artinya :

الْمُتَكَفِّلُ بِاْلأَمْرِ

Artinya :
Yang bertanggung jawab terhadap segala urusan

Jadi menurut ayat di atas laki-laki dalam hal ini suami,bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua persoalan isterinya,baik yang berkaitan dengan soal material maupun spiritual.
Dengan kata-lain seorang suami harus mampu menegakkan fungsi kepemimpinannya terhadap isterinya sesuai dengan kewajiban yang dibebankan Allah kepadanya 
Kalau kita ingat di waktu ijab qobul pernikahan,di waktu wali menyerahkan yaitu menyerahkan semuanya jasmaniyyahnya dan ruhaniyahnya dan kita pun menerimanya berarti detik itu semua urusan tanggung jawab dunia dan ahiratnya berpindah yang tadinya ada di walinya lalu berpindah kepada suaminya
(Wallohu a’lam)

No comments: