Tuesday, 17 October 2023

bagaimana ciri ma'rifat

*Pertanyaan*

Bagaimana ciri2 orang yang sudah ma'rifat

*Jawaban*

Ciri2 orang yang sudah ma'rifat :

وسمعته يقول : المعرفة توجب السكينة فى القلب كما العلم يوجب السكون فمن ازدادت معرفته ازدادت سكينته

“Aku juga mendengar dari Ali Daqaq berkata, makrifat kepada Allah melahirkan ketenangan di dalam hati sebagaimana ilmu melahirkan ketenangan, barang siapa bertambah makrifatnya maka bertambah pula ketenangannya”.

Al-Syatiby berkata dalam :
کتاب الرسالة القشيرية

فعلامة العارف أن يكون قلبه مرآة يري فيه ماغاب من غيره وجلاء القلب لا يكون إلا بنور الإيمان والإيقان. فعلى قدر قوة الإيمان يكون نور القلب. وعلى قدر نور القلب تكون مشاهدة الحق وبقدرمشاهدة الحق تكون المعرفة بأسمائه وصفاته وبقدرها يكون التعظيم لذاته وبقدر التعظيم لذاته يكون كمال العبد وبقدر كماله يكون استغراقه فيي أوصاف العبودية بقدر استغراقه يكون قيامه بحقوق الربوبية

“Ciri orang makrifat itu adalah hatinya sebagai cermin untuk melihat hal ghaib di luar dirinya. Keterang benderangan hati tidak lain dikarenakan cahaya iman dan keyakinan. Cahaya hati tergantung kadar kekuatan iman, musyahadah terhadap al-Haq (Allah Yang Maha Benar) tergantung kadar cahaya hati, makrifat terhadap asma dan sifat-Nya tergantung kadar musyahadah (penyaksiannya) terhadap al-Haq, sikap ta’dzim terhadap dzat-Nya tergantung kadar makrifat, kesempurnaan sebagai hamba tergantung kadar keta’dzimannya, ketenggelamannya kedalam sifat-sifat penghambaan tergantung kesempurnaan menjadi hamba dan pelaksaan hak-hak Tuhan tergantung kadar ketenggelaman kedalam sifat-sifat penghambaan”

Dari perkataan al-Syatiby ini dapat disimpulkan:

1. Hati akan menjadi terang benderang kalau diterangi iman dan keyakinan

2. Semakin kuat iman dan keyakinan maka hati akan semakin terang benderang dan sebaliknya kalau iman dan keyakinannya lemah maka cahaya hati akan redup.

3. Kalau hati terang benderang maka kebenaran dapat disaksikan bahkan Allah yang Maha Benar dapat disaksikan (ma'rifat Bil af'al)

4.Kalau seseorang dapat menyaksikan Allah maka akan mengenal asma dan sifat Allah.

5.Kalau seseorang mengenal asma dan sifat Allah maka semakin ta’dzim pada dzat Allah.

6.Kalau seseorang semakin ta’dzim pada Allah maka akan muncul kesempurnaan sebagai hamba.

7.Kalau seseorang muncul kesempurnaan sebagai hamba maka akan semakin tenggelam kedalam sikap menghambakan diri.

8.Kalau seseorang semakin tenggelam kedalam sikap menghambakan diri maka akan semakin semangat untuk melaksanakan hak-hak Tuhan.

Dengan makrifat seseorang akan menyadari yang sesadar-sadarnya bahwa ia adalah seorang hamba yang siap untuk diperintah dan melaksanakan keinginan tuannya

Semakin tahu bahwa dirinya adalah hamba (abdun) maka semakin ta’dzim dan taat kepada Allah yang memiliki dirinya..

waktu solat istisqo

*Pertanyaan*

Apakah boleh solat Istisqo dilaksanakan di waktu malam hari?

*jawaban*

Solat istisqo adalah sunah mualaf namun ada Ikhtilaf ketentuan waktu shalat Istisqa sebagaimana dijelaskan oleh al-Imam al-Nawawi berikut ini:   

-Pendapat pertama waktunya seperti shalat hari raya, ini adalah yang dikatakan Syekh Abu Hamid al-Isfirayini dan sahabatnya, Imam al-Mahamili dalam tiga kitabnya yaitu al-Majmu, al-Tajrid, dan al-Muqni’, demikian pula Abu Ali al-Sinji dan al-Baghawi. Pendapat ini memakai dalil haditsnya Ibnu Abbas yang telah lalu, namun status haditsnya lemah.

-Pendapat kedua, awal waktunya adalah seperti awal waktu shalat hari raya, dan terus berlangsung sampai shalat Ashar. Ini adalah pendapat yang dituturkan Syekh al-Bandaniji, al-Rauyani, dan ulama-ulama lain.

-Pendapat ketiga, yaitu pendapat yang shahih bahkan pendapat yang benar, bahwa shalat Istisqa tidak terkhusus pada satu waktu,bahkan boleh dan sah di setiap waktu, malam dan siang kecuali waktu-waktu yang dimakruhkan menurut salah satu dua wajah.
Ini adalah pendapat yang ditegaskan Imam al-Syafi’i, dipastikan oleh mayoritas ulama dan disahihkan oleh para ulama muhaqqiqin.

- maka dari pendapat2 diatas dapat disimpulkan bahwa solat Istisqo boleh dilaksanakan pada malam hari

*sumber*

المجمع شرح المهذب ج٦ ص ١٥٧
(فرع) في وقت صلاة الاستسقاء ثلاثة أوجه (أحدها) وقتها وقت صلاة العيد وبهذا قال الشيخ ابو حامد الاسفراينى وصاحبه المحاملي في كتبه الثلاثة المجموع والتجريد والمقنع وأبو علي السنجي والبغوي وقد يستدل له بحديث ابن عباس السابق ولكنه ضعيف 
(والوجه الثاني) اول وقتها أول وقت صلاة العيد ويمتد إلى أن يصلي العصر وهو الذي ذكره البندنيجي والروياني وآخرون  
  والثالث وهو الصحيح بل الصواب أنها لا تختص بوقت بل تجوز وتصح في كل وقت من ليل ونهار إلا أوقات الكراهة على أحد الوجهين وهذا هو المنصوص للشافعي وبه قطع الجمهور وصححه المحققون