*Pertanyaan*
Apakah boleh solat Istisqo dilaksanakan di waktu malam hari?
*jawaban*
Solat istisqo adalah sunah mualaf namun ada Ikhtilaf ketentuan waktu shalat Istisqa sebagaimana dijelaskan oleh al-Imam al-Nawawi berikut ini:
-Pendapat pertama waktunya seperti shalat hari raya, ini adalah yang dikatakan Syekh Abu Hamid al-Isfirayini dan sahabatnya, Imam al-Mahamili dalam tiga kitabnya yaitu al-Majmu, al-Tajrid, dan al-Muqni’, demikian pula Abu Ali al-Sinji dan al-Baghawi. Pendapat ini memakai dalil haditsnya Ibnu Abbas yang telah lalu, namun status haditsnya lemah.
-Pendapat kedua, awal waktunya adalah seperti awal waktu shalat hari raya, dan terus berlangsung sampai shalat Ashar. Ini adalah pendapat yang dituturkan Syekh al-Bandaniji, al-Rauyani, dan ulama-ulama lain.
-Pendapat ketiga, yaitu pendapat yang shahih bahkan pendapat yang benar, bahwa shalat Istisqa tidak terkhusus pada satu waktu,bahkan boleh dan sah di setiap waktu, malam dan siang kecuali waktu-waktu yang dimakruhkan menurut salah satu dua wajah.-Pendapat kedua, awal waktunya adalah seperti awal waktu shalat hari raya, dan terus berlangsung sampai shalat Ashar. Ini adalah pendapat yang dituturkan Syekh al-Bandaniji, al-Rauyani, dan ulama-ulama lain.
Ini adalah pendapat yang ditegaskan Imam al-Syafi’i, dipastikan oleh mayoritas ulama dan disahihkan oleh para ulama muhaqqiqin.
- maka dari pendapat2 diatas dapat disimpulkan bahwa solat Istisqo boleh dilaksanakan pada malam hari
*sumber*
المجمع شرح المهذب ج٦ ص ١٥٧
(فرع) في وقت صلاة الاستسقاء ثلاثة أوجه (أحدها) وقتها وقت صلاة العيد وبهذا قال الشيخ ابو حامد الاسفراينى وصاحبه المحاملي في كتبه الثلاثة المجموع والتجريد والمقنع وأبو علي السنجي والبغوي وقد يستدل له بحديث ابن عباس السابق ولكنه ضعيف
(والوجه الثاني) اول وقتها أول وقت صلاة العيد ويمتد إلى أن يصلي العصر وهو الذي ذكره البندنيجي والروياني وآخرون
والثالث وهو الصحيح بل الصواب أنها لا تختص بوقت بل تجوز وتصح في كل وقت من ليل ونهار إلا أوقات الكراهة على أحد الوجهين وهذا هو المنصوص للشافعي وبه قطع الجمهور وصححه المحققون
No comments:
Post a Comment