Tuesday, 5 March 2019

Penjelasan jokowi bagi bagi sembako

[SALAH] BUKTI KECURANGAN JOKOWI BAGI SEMBAKO

Kegiatan berbagi sembako tersebut diadakan pada tanggal 28 Juni 2016. Sementara pendaftaran untuk calon presiden Pemilu 2019 baru dilakukan pada 4 Agustus 2018. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI

====================================
Kategori : DISNFORMASI / Konten yang Salah
====================================

Akun facebook dengan nama Des Afrina ( facebook.com/des.afrina ) mengunggah video yang menampilkan Presiden Joko Widodo yang tampak sedang ada di tengah kegiatan bagi-bagi sembako.

Postingan video ini diberi narasi :
"Beredar dimana mana jadi VIRAL video ini
Apa tindakan KPU dan Bawaslu??🙄
Apakah begini tdk pakai Fasilitas Negara???
Dana darimana ini?
Acara apa ini?
Musim kampanye skrg..apakah hal ini ‘dibenarkan’??
Harus ada KLARIFIKASI dari ISTANA, KPU, BAWASLU
Rakyat BERHAK tau!!"

Sumber : http://bit.ly/2Tushm1 - Sudah dibagikan 9 kali saat tangkapan layar diambil.
Sumber lain : http://bit.ly/2CftzYz - Sudah dibagikan 15.656 kali saat tangkapan layar diambil.

====================================

Setelah melakukan penelusuran, ditemukan fakta bahwa kegiatan bagi-bagi sembako yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo tersebut sudah terjadi pada bulan 28 Juni 2016.

Salah satu sumber video asli adalah laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudhi Maulana;

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR TENGAH - Kedatangan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) ke Kampung Pulo Geulis, RT 04/04, Kelurahan Lebak Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/6/2016) membuat warga beramai-ramai ke luar rumah.
Kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini untuk membagikan bantuan bingkisan sembako kepada warga.
Sejak pukul 12.00 WIB, ratusan warga sudah mengantre di lokasi pembagian untuk menerima bingkisan.
Warga yang didominasi lansia ini berbaris untuk mendapatkan bingkisan yang dibagikan langsung oleh Jokowi.
Saat Jokowi tiba sekitar pukul 14.00 WIB,  warga langsung bersorak dan mencoba mendekati Jokowi.
Didampingi Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Jokowi pun menyapa para warga sambil melambaikan tangan.
Warga lansia yang sudah mengantre mulai dibagi-bagikan bingkisan langsung oleh Jokowi.
Mereka juga tampak bersalaman dengan Jokowi setelah mendapatkan bingkisan.
Selain bingkisan, para lansia juga diberikan dua amplop yang berisi Rp 100 ribu tiap amplopnya.
Adapun isi bingkisan tersebut yakni beras kemasan seberat 5 kilogram, minyak goreng, gula, dan teh.
"Ya lumayan bisa buat Lebaran," kata seorang warga, Rohmah kepada Tribun usai menerima bingkisan.
Hanya dalam kurun waktu satu jam, Jokowi dan rombongan langsung bergegas meninggalkan lokasi.
Namun, saat di perjalanan, presiden membagi-bagikan buku tulis kepada anak-anak yang berada di lokasi pembagian.
Anak-anak dan orang tuanya pun lalu ikut berebut mengambil buku tulis yang diberikan Jokowi. (*)

Sementara itu, pendaftaran untuk calon presiden untuk pemilu 2019 sendiri baru resmi dibuka pada tanggal 4 Agustus 2018 oleh KPU.

======

REFERENSI :
https://www.youtube.com/watch?v=uscjEoDT3Ss
http://bogor.tribunnews.com/2016/06/28/ini-isi-bingkisan-yang-diberikan-presiden-jokowi-kepada-seribu-warga-kampung-pulo-geulis-bogor
https://www.viva.co.id/berita/nasional/791297-jokowi-bagi-bagi-sembako-di-gang-sempit
https://nasional.kompas.com/read/2018/08/04/08000091/pendaftaran-capres-cawapres-2019-resmi-dibuka
https://firstdraftnews.org/wp-content/uploads/2017/05/7-types-of-mis-and-disinformation-A5-1.pdf?x99899

Pesan w@ berantai dari BIN

[SALAH] "informasi valid dari BIN"

Nama BIN dicatut agar pesan berantai yang diedarkan terlihat valid, padahal sumber pesan berantai bukan dari BIN. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten Palsu.

======

SUMBER

Pesan berantai Whatsapp.

======

NARASI

"PENTING
informasi valid dari BIN yg masih peduli keselamatan BANGSA INDONESIA :

Maret ini awal bulan kedatangan tka, minggu ke dua penyebaran
Iya daerah, Bogor, Tanggerang, Bekasi, Bandung, Sumedang, Sukabumi.

Yang dekat wilayah atau ada kawan sekitaran ini
Perhatikan baik baik :

1. Kontrakan dan indekost

2. Kedatangan bertahap melalui minibus elf

3. Mereka di supply makanan selama 2 minggu

4. Informasi jika ada rumah besar di kontrak
Yg datang rata" mantan wajib militer China saat ini bukan rakyat biasa

5. Mulai ramaikan di lingkungan utk siskamling.

Ajak rt dan rw untuk memulai nya.

Bantu informasikan ke kawan kawan di darat waspada daerah peyangga Jakarta.

Mereka akan trus berdatangan, sampai tanggal 18 Maret 2019.

Ditanggal 25 Maret mereka belajar sosialisasi lingkungan."

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten Palsu

Konten baru yang 100% salah dan didesain untuk menipu serta merugikan”.

Pesan SUMBER mencatut BIN untuk membangun premis agar pesan berasal dari sumber terpercaya.

------

(2) Klaim "informasi valid dari BIN" tidak valid karena tidak menyertakan informasi ke sumber referensi yang jelas (misalnya: tautan), ciri khas dari teknik "Appeal to Authority". Selengkapnya di bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

(1) http://bit.ly/2C6EF1U Wikipedia: "Argumen dari otoritas

dari Wikipedia, ensiklopedia gratis

Argumen dari otoritas ( argumentum ab anuctoritate ), juga disebut banding ke otoritas , atau argumentum ad verecundiam , adalah bentuk argumen yang tidak bisa ditolerir [1] di mana dukungan otoritas yang diklaim digunakan sebagai bukti untuk kesimpulan argumen. Ini dikenal sebagai kekeliruan , meskipun beberapa menganggap bahwa itu digunakan dalam bentuk yang meyakinkan ketika semua sisi diskusi sepakat tentang keandalan otoritas dalam konteks yang diberikan. [2] [3] . Penulis lain menganggap itu salah untuk mengutip otoritas pada topik yang dibahas sebagai sarana utama untuk mendukung argumen. [4] ..."

(Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2NFYJMT).

------

(2) REMOTIVI: "Teknik Keempat: Kebenaran ada di Mulut Narasumber

Terkadang untuk memperkuat “make believe” jurnalistik pesan kebencian, media penebar kebencian menambahkan embel-embel seperti “sumber A1”, “orang dalam istana”, dan lain-lain. ...

Dalam kerja jurnalistik pernyataan narasumber lazimnya diverifikasi terlebih dahulu dan diberi penjelasan dalam kapasitas apa narasumber memberikan pernyataannya. Pernyataan tersebut mestinya diuji dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, apa bukti dari pernyataan tersebut? ...", selengkapnya di http://bit.ly/2XEkuRO.