Sunday, 24 February 2019

Politik umar bin khotob

Sayid Umar Bin Khattab




Menjelang wafat, Abu Bakar menunjuk Umar bin Khattab sebagai penggantinya.
Disinilah tanpak perbedaan,di mana Abu Bakar yang diangkat dan di akui oleh mayoritas umat, sedangkan Umar diangkat dan ditunjuk oleh seorang saja.
Hal tersebut dilakukan supaya tidak muncul permasalaan seperti ketika Nabi meninggalkan umat Islam untuk memilih penggantinya timbul perselisihan yang nyaris membawa umat Islam ke gerbang kehancuran.




Dalam masa pemerintahannya,Umar telah membentuk lembaga-lembaga yang disebut juga denganahlul hall wal aqdi, di antaranya adalah:



a.   Ahlul Hall Wal ‘Aqdi



1.MAJLIS DEWAN SURO (Dewan Penasihat)
ada tiga bentuk :


a. Dewan Penasihat Tinggi, yang terdiri dari para pemuka sahabat yang terkenal, antara lain Ali, Utsman, Abdurrahman bin Auf, Muadz bin Jabbal, Ubay bin Kaab, Zaid bin Tsabit, Tolhah dan Zubair.


b. Dewan Penasihat Umum, terdiri dari banyak sahabat (Anshar dan Muhajirin) dan pemuka berbagai suku, bertugas membahas masalah-masalah yang menyangkut kepentingan umum.


c. Dewan antara Penasihat Tinggi dan Umum. Beranggotakan para sahabat (Anshar dan Muhajirin) yang dipilih, hanya membahas masalah-masalah khusus.


2 ALKATIB (Sekretaris Negara), di antaranya adalah Abdullah bin Arqam.


3.NIDZAMUL MALY (Departemen Keuangan) mengatur masalah keuangan dengan pemasukan dari pajak bumi, ghanimahjizyahfai’ dan lain-lain.


4.NIDZAMUL IDARY (Departemen Administrasi), bertujuan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, di antaranya adalahdiwanul jund yang bertugas menggaji pasukan perang dan pegawai pemerintahan.


5.DEPARTEMEN KEPOLISIAN Penjaga yang bertugas memelihara keamanan dalam negara.


6.DEPARTEMEN PENDIDIKAN
Pada masa Umar dalam menjalankan roda pemerintahannya, Umar senantiasa mengajak musyawarah para sahabatnya.


b. Perluasan Wilayah


Ketika para pembangkang di dalam negeri telah dikikis habis oleh Khalifah Abu Bakar dan era penaklukan militer telah dimulai, maka Umar menganggap bahwa tugas utamanya adalah mensukseskan ekspedisi yang dirintis oleh pendahulunya.
Belum lagi genap satu tahun memerintah,Umar telah menorehkan tinta emas dalam sejarah perluasan wilayah kekuasaan Islam.


Pada tahun 635 M Damaskus Ibu kota Syuriah telah ia tundukkan. Setahun kemudian seluruh wilayah Syuriah jatuh ke tangan kaum muslimin,
setelah pertempuran hebat di lembah Yarmuk di sebelah timur anak sungai Yordania.



Keberhasilan pasukan Islam dalam penaklukan Syuriah di masa Khalifah Umar tidak lepas dari rentetan penaklukan pada masa sebelumnya.
Khalifah Abu Bakar telah mengirim pasukan besar dibawah pimpinan Abu Ubaidah Ibn al-Jarrah ke front Syuriah.

Ketika pasukan itu terdesak,
Abu Bakar memerintahkan Khalid Ibn al-Walid yang sedang dikirim untuk memimpin pasukan ke front Irak, untuk membantu pasukan di Syuriah.

Dengan gerakan cepat Khalid bersama pasukannya menyeberangi gurun pasir luas ke arah Syuriah.
Ia bersama Abu Ubaidah mendesak pasukan Romawi.

Dalam keadaan genting itu wafatlah Abu Bakar dan diganti oleh Umar bin al-Khattab.
Khalifah yang baru itu mempunyai kebijaksanaan lain.

Khalid yang dipercaya untuk memimpin pasukan di masa Abu Bakar, diberhentikan oleh Umar Dengan pertimbangan yang luar biasa dan diganti oleh Abu Ubaidah Ibn al-Jarrah.

Hal itu tidak diberitahukan kepada pasukan hingga selesai perang, dengan maksud supaya tidak merusak konsentrasi dalam menghadapi musuh.

Damascus jatuh ke tangan kaum muslimin setelah dikepung selama tujuh hari.
Pasukan Muslim yang dipimpin oleh Abu Ubaidah itu melanjutkan penaklukan ke Hamah, Qinisrun, Laziqiyah dan Aleppo.
Surahbil dan ‘Amr bersama pasukannya meneruskan penaklukan atas Baysan dan Jerussalem di Palestina.

Kota suci dan kiblat pertama bagi umat Islam itu dikepung oleh pasukan Muslim selama empat bulan.
Akhirnya kota itu dapat ditaklukkan dengan syarat harus Khalifah Umar sendiri yang menerima “kunci kota” itu dari Uskup Agung Shoporonius, karena kekhawatiran mereka terhadap pasukan Muslim yang akan menghancurkan gereja-gereja.
Dari Syuriah laskar kaum muslimin melanjutkan langkah ke Mesir dan membuat kemenangan-kemenangan di wilayah Afrika Utara.

Bangsa Romawi telah menguasai Mesir sejak tahun 30 SM.
Dan menjadikan wilayah subur itu sebagai sumber pemasok gandum terpenting bagi Romawi.
Berbagai macam pajak naik sehingga menimbulkan kekacauan di negeri yang pernah diperintah oleh raja Fir’aun itu. ‘Amr bin Ash meminta izin Khalifah Umar untuk menyerang wilayah itu,
tetapi Khalifah masih ragu-ragu karena pasukan Islam masih terpencar dibeberapa front pertempuran. Akhirnya,permintaan itu dikabulkan juga oleh Khalifah dengan mengirim 4000 tentara ke Mesir untuk membantu ekspedisi itu.


Tahun 18 H, pasukan muslimin mencapai kota Aris dan mendudukinya tanpa perlawanan. Kemudian menundukkan Poelisium (al-Farama), pelabuhan di pantai Laut Tengah yang merupakan pintu gerbang ke Mesir. Demikian juga dengan serangan-serangan terhadap Asia kecil yang dilakukan selama bertahun-tahun. Seperti halnya perang Yarmuk yang menentukan nasib Syuriah,perang Qadisia pada tahun 637 M,menentukan masa depan Persia.

Pada tahun itu pula, seluruh Persia sempurna berada dalam kekuasaan Islam, sesudah pertempuran sengit di Nahawan. Isfahan juga ditaklukan. Demikian juga dengan Jurjan (Georgia) dan Tabristan, Azerbaijan. Orang-orang Persia yang jumlahnya jauh lebih besar dari pada tentara Islam, yaitu 6 dibanding 1, menderita kerugian besar.

Kaum muslimin menyebut sukses ini dengan kemenangan dari segala kemenangan (fathul futuh).
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kekuasaan Islam pada masa itu meliputi Jazirah Arabia, Palestina, Syiria, Mesir dan sebagian besar Persia




C. Pengembangan Islam Sebagai Kekuatan Politik




Periode kekhalifahan Umar tidak diragukan lagi merupakan abad emas Islam dalam segala zaman. Periodenya terkenal dengan pembangunan Islam dan perubahan-perubahannya. 

Khalifah Umar bin Khattab mengikuti langkah-langkah Rasulullah dengan segenap kemampuannya, terutama pengembangan Islam. Ia bukan sekedar seorang pemimpin biasa, tetapi seorang pemimpin pemerintahan yang professional. Ia adalah pendiri sesungguhnya dari sistem politik Islam.
Ia melaksanakan hukum-hukum Ilahiyah(syariat) sebagai code (kitab undang-undang) suatu masyarakat Islam yang baru dibentuk.

Maka tidak heran jika ada yang mengatakan bahwa Umar lah pendiri daulah islamiyah 
(tanpa mengabaikan jasa-jasa Khalifah sebelumnya)
Banyak metode yang digunakan Umar dalam melakukan perluasan wilayah,sehingga musuh mau menerima Islam karena perlakuan adil kaum Muslim.
Di situlah letak kekuatan politik terjadi.


Dari usahanya,pasukan kaum Muslim mendapatkan gaji dari hasil rampasan sesuai dengan hukum Islam
Untuk mengurusi masalah ini,telah dibentuk DIWANUL JUNUD



Sedangkan untuk pegawai biasa,di samping menerima gaji tetap (rawatib) juga menerima tunjangan (al-itha’).
Khusus untuk Amr bin Ash,Umar menggajinya sebesar 200 dinar mengingat jasanya yang besar dalam ekspansi.
Dan untuk Imar bin Yasar, diberi 60 dinar disamping tunjangan (al-jizyaat) karena hanya sebagai kepala daerah (al-amil).
Dalam rangka desentralisasi kekuasaan, 
pemimpin pemerintahan pusat tetap dipegang oleh Khalifah Umar bin Khattab.


Sedangkan di propinsi,ditunjuk Gubernur (orang Islam) sebagai pembantu Khalifah untuk menjalankan roda pemerintahan. Dalam pemerintahannya, terdapat Majlis Syura’,bagi umar tanpa musyawarah, maka pemerintahannya tidak bisa berjalan, selain itu membentuk departemen dan membagi daerah kekuasaan Islam menjadi delapan provinsi, membentuk kepala distrik yang disebut ‘amil

pada masanya juga terdapat kebijakan yang fenomenal dalam kebijakan ekonomi diSawad (daerah subur),


ia mengeluarkan dekrit


bahwa orang Arab termasuk tentara dilarang transaksi jual beli tanah di luar Arab dengan alasan; mutu tentara Arab menurun, produksi menurun,negera rugi 80% dari pendapatan, dan rakyat akan kehilangan mata pencaharian yang menyebabkan mereka mudah memberontak terhadap negra. Kebijakannya yang lain adalah menerapkan pajak perdagangan (bea cukai), dan lain-lain.




Pada akhir kepemimpinannya,
Umar dibunuh oleh Abu Lu’lu (orang Persia).
Hal ini dilatar belakangi oleh pemecatan Umar terhadap Mughirah Ibnu Syu’ba sebagai Gubernur Kuffah, karena Mughirah melakukan pembocoran rahasia Negara dan penghianatan.



Menjelang wafat Umar membentuk tim formatur untuk musyawarah menentukan penggantinya,
tim formatur terdiri dari enam orang sahabat yaitu 

Abdurrahman bin Auf, 
Thalhah,
Zubair, 
Utsman bin Affan,
Ali bin Abi Talib,
Saad ibn Waqas.



dan beralihlah tampuk pimpinan ke sahabat usman bin affan yang penomenal yaitu 
membentuk angkatan laut yang handal


Semoga bisa bermanfaat sekaligus sebagai pencerahan bagi kita semua

Tuesday, 5 February 2019

Iblis

Imam Al-Rozi mengatakan dalam kitab tafsirnya yang masyhur dengan sebutan At-Tafsir Al-Kabir atau Mafaatiih Al-Ghoib:


Jumhur (kebanyakan) ulama mengatakan bahwa Iblis itu dari golongan Malaikat.


Sedangkan para ahli kalam (Muatakalimun) dan sebagian Ahli Ushul (Ushuliyun) mengatakan bahwa Iblis itu dari golongan Jin.


script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-7691476900848140", enable_page_level_ads: true }); </script>

Argumen Jumhur:

Pertama: 



Allah swt dalam ayatNya Al-Baqoroh ayat 34


وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِين


Mengecualikan Iblis dari Malaikat. Dalam kaedah bahasa Arab ini disebut dengan istilah Istitsna dan Istitsna ini sering sekali disebutkan dalam redaksi-redaksi ayat Al-Qur'an.
Redaksi lafadznya yaitu Ibliisa.
Lafadz Iblis berharokat akhir Fathah. Ini namanya Ististna Muttasil,dimana mustatsna itu dari golongan Mustatsna minhu.
Dalam redaksi ini,Iblis menjadi Mustatsna dan Malaikat menjadi Mustatsna minhu.
Kalau saja iblis itu bukan dari golongan malaikat,pastilah tidak dibaca dengan akhiran fathah.
Atau kalau saja iblis itu bukan dari golongan malaikat,tidak akan disebut malaikat di awal surat.


Kedua:


Dalam ayat ini Allah swt memerintahkan kepada Malaikat untuk bersujud kepada Adam. Redaksinya:
"dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada para Malaikat: 'bersujudlah kalian kepada Adam'. Kemudian bersujudlah mereka semua kecuali Iblis"
Yang menolak perintah itu iblis, berarti iblis itu dari golongan Malaikat.
Karena Allah memerintahkan itu kepada malaikat.
Allah memerintahkan itu kepada malaikat.
Seandainya Iblis bukan dari golongan malaikat,
pastilah perintah itu bukan ditujukan kepada Malaikat.




Lebih dekatnya seperti ini, seseorang berkata: "sang guru menyruruh seluruh anak muridnya untuk masuk ke dalam kelas.
Maka masuklah semua muridnya ke dalam kelas kecuali Jaja"
Berarti Jaja adalah satu dari murid-murid sang guru.




Argumen Mutakallimun:
Pertama:
Iblis itu sudah barang tentu dari golongan Jin.
Sesuai apa yang difirmankan oleh Allah swt dalam surat Al-Kahfi ayat 50:


وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّفَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّه.



"dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, Maka ia mendurhakai perintah Tuhannya……"


Namun Imam Al-Rozi mengatakan bahwa dalil ini lemah,
karena kata Jin جن itu berasal dari kata Ijtinan  اجتنان yang berarti tertutup atau tidak terlihat.
Itu kenapa Janin disebut janin جنين karena ia tidak terlihat.
Surga dalam bahasa Arab disebut Jannah جنة kerana surga itu tertutup oleh pepohonan tebal dan lebat sehingga tidak terlihat siapa yang ada didalamnya.


Begitu juga orang gila disebut Junun جنون itu karena otaknya sudah tertutup/hilang.  


Begitu juga malaikat, ia masuk dalam kata jin ini karena ia tidak terlihat oleh mata.


Maka ketika malaikat pun masuk dalam kategori jin secara bahasa, mestinya jin dalam ayat diatas tidak hanya diartikan makhluk jin saja. Tetapi malaikatpun masuk dalam kata itu.



Kedua:

Iblis itu punya keturunan, sedangkan Malaikat tidak punya keturunan.
Jadi Iblit itu dari golongan jin sebagaimana layaknya jin.
Ini sejalan dengan Firman Allah swt yang menerangkan tentang sifat Iblis:
"…………Patutkah kamu mengambil Dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu?............." 
(QS Al-kahfi 50)


Ketiga:


Malaikat adalah  makhluk Allah yang ma'sum (terjaga) sehingga ia tidak bermaksiat kepada Allah.
Firman Allah swt:
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan". 
(QS Al-Tahrim 6)

Sedangkan Iblis itu bermaksiat kepada Allah seperti apa yang telah kita ketahui cerotanya.
Jadi sudah jelas bahwa Iblis itu dari golongan Jin.


Keempat: 


Iblis adalah makhluk yang terbuat dari api. "Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api ……" 
(QS Al- A'rof 12).
Sedangkan Malaikat jauh berbeda,ia diciptakan dari cahaya.
Dari 'Aisyah ra, Rasul saw bersabda: "malaikat itu diciptakan dari cahaya sedangkan Jin diciptakan dari nyala Api tanpa Asap" 
(HR Muslim)
Inilah apa yang disebutkan oleh Imam Al-Rozi dalam kitab tafsirnya tentang masalah perbedaan ulama mengenai apakah Iblis itu dari golongan Jin atau Malaikat.


Imam Ibnu Katsir


Lebih lanjut tentang Iblis, Imam Ibnu Katsir menuliskan dalam kitab tafsirnya sebuah riwayat dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Iblis itu adalah sekelompok bala tentara dari golongan malaikat.
Yang bernama Al-Harits, dan juga bertugas menjadi penjaga surga.
Diceritakan bahwa Makhluk pertama yang mendiami bumi ialah golongan Jin.
Namun keberadaan Jin di bumi hanya mengacaukan bumi, menimbulkan kerusakan dan menumpahkan darah satu sama lain.
Lalu Allah mengirim Pasukan Iblis untuk mengatasi masalah yang ada di bumi itu dan segala kerusakan yang telah terjadi akibat kelakuakn Jin itu.
Dan dengan kelebihan yang Allah berikan Iblis pun berhasil menumpas dan menangani Jin-Jin perusak tersebut lalu membuangnya ke lautan serta ke pegunungan.
Karena keberhasilannya itu, timbullah rasa sombong dan angkuh dalam diri Iblis sampai-sampai ia berkata: "aku telah melakukan apa yang belum pernah dilakukan oleh yang lain.".
Ibnu Abbas berkata: Allah telah memperlihatkan kesombongan dalam diri Iblis tapi tidak pada malaikat yang ada bersamanya saat itu.

script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-7691476900848140", enable_page_level_ads: true }); </script>

Saudaraku.....
Iblis itu adalah musuk kita,maka kenali musuh kita sebelum berperang denganya
Perlu di ketahui



IBLIS ITU SANGAT ALIM
JANGAN DI SANGKA IBLIS TIDAK TAU ALQUR'AN
Jika engkau bertanya tentang Al-Qur'an kpd iblis,
maka iblis akan bisa menerangkan dg sangat jelas, karena iblis tau persis kapan ayat itu turun dari langit...



JANGAN DI SANGKA IBLIS TIDAK TAU HADIS
Jika engkau bertanya tentang ilmu hadist kpd iblis
maka iblis akan pandai menjelaskannya sebab iblis itu asbab wurudnya hadis




JANGAN DI SANGKA IBLIS TIDAK TAU KISAH PARA NABI
Jika engkau bertanya tentang kisah para nabi, iblis akan dg tepat menceritakannya karena iblis sudah ada sejak nabi adam masih berada dalam surga...




JANGAN DI SANGKA IBLIS TIDAK TAU SURGA
jika engkau tanya tentang kenikmatan surga maka iblis akan bisa menerangkanya sebab iblis awalnya penghuni surga
iblis ahli alqur'an...
iblis ahli hadist....
iblis ahli riwayat..
iblis tau kenikmatan surga..
Tapi iblis tdk menjadi kekasih Allah, karena dalam diri iblis ada kalimat...



AKU LEBIH BAIK DARIPADA KAMU(ke nabi adam)



Semoga sedikit ilmu yg dititipkan Allah Subhana Wa Ta'alla dihati kita tdk menjadikan kita sombong dalam segala urusan...
Juga paham bahwa ilmu tak menjamin orang pasti ta'at dan sholeh.


YANG AKU TAKUTKAN.....


hatiku tambah mengeras dan sulit menerima nasehat namun
sangat pandai menasehati
Yang aku takut...
aku merasa paling benar, sehingga merendahkan yang lain.


YANG AKU TAKUTKAN...


Kegoisaku terlalu tinggi
hingga
merasa paling baik di antara yang lain.


YANG AKU TAKUTKAN....


aku lupa bercermin,namun
sibuk berprasangka buruk kepada yang lain.


YANG AKU TAKUTKAN


ilmuku membuatku sombong sehingga memusuhi orang lain yang berbeda denganku


YANG AKU TAKUTKAN


lidahku makin lincah membicarakan aib orang lain,namun lupa dengan aibku yang menggunung dan tak sanggup kubenahi.


YANG AKU TAKUTKAN


aku hanya hebat dalam berkata namun buruk dalam berbuat.


YANG AKU TAKUTKAN


aku hanya cerdas dalam mengkritik, namun lemah dalam mengkoreksi diri sendiri.


YANG AKU TAKUTKAN


aku membenci dosa orang lain, namun saat aku sendiri buat dosa aku enggan membencinya.


LIHATLAH KE HATI,APAKAH ADA YANG SEPERTI DI SEBUTKAN DI ATAS....?????


Semoga Allah swt
senantiasa menyadarkanku sehingga lebih rajin instrospeksi diri daripada sibuk melihat orang lain yang belum tentu perilaku dan tutur katanya lebih baik dari diriku.. Aamiin...


Wallahu a'lam Bishowab