Imam Al-Rozi mengatakan dalam kitab tafsirnya yang masyhur dengan sebutan At-Tafsir Al-Kabir atau Mafaatiih Al-Ghoib:
Jumhur (kebanyakan) ulama mengatakan bahwa Iblis itu dari golongan Malaikat.
Sedangkan para ahli kalam (Muatakalimun) dan sebagian Ahli Ushul (Ushuliyun) mengatakan bahwa Iblis itu dari golongan Jin.
script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-7691476900848140", enable_page_level_ads: true }); </script>
Argumen Jumhur:
Pertama:
Allah swt dalam ayatNya Al-Baqoroh ayat 34
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِين
Mengecualikan Iblis dari Malaikat. Dalam kaedah bahasa Arab ini disebut dengan istilah Istitsna dan Istitsna ini sering sekali disebutkan dalam redaksi-redaksi ayat Al-Qur'an.
Redaksi lafadznya yaitu Ibliisa.
Lafadz Iblis berharokat akhir Fathah. Ini namanya Ististna Muttasil,dimana mustatsna itu dari golongan Mustatsna minhu.
Lafadz Iblis berharokat akhir Fathah. Ini namanya Ististna Muttasil,dimana mustatsna itu dari golongan Mustatsna minhu.
Dalam redaksi ini,Iblis menjadi Mustatsna dan Malaikat menjadi Mustatsna minhu.
Kalau saja iblis itu bukan dari golongan malaikat,pastilah tidak dibaca dengan akhiran fathah.
Atau kalau saja iblis itu bukan dari golongan malaikat,tidak akan disebut malaikat di awal surat.
Kalau saja iblis itu bukan dari golongan malaikat,pastilah tidak dibaca dengan akhiran fathah.
Atau kalau saja iblis itu bukan dari golongan malaikat,tidak akan disebut malaikat di awal surat.
Kedua:
Dalam ayat ini Allah swt memerintahkan kepada Malaikat untuk bersujud kepada Adam. Redaksinya:
"dan (ingatlah) ketika kami berfirman kepada para Malaikat: 'bersujudlah kalian kepada Adam'. Kemudian bersujudlah mereka semua kecuali Iblis"
Yang menolak perintah itu iblis, berarti iblis itu dari golongan Malaikat.
Karena Allah memerintahkan itu kepada malaikat.
Allah memerintahkan itu kepada malaikat.
Seandainya Iblis bukan dari golongan malaikat,
pastilah perintah itu bukan ditujukan kepada Malaikat.
Karena Allah memerintahkan itu kepada malaikat.
Allah memerintahkan itu kepada malaikat.
Seandainya Iblis bukan dari golongan malaikat,
pastilah perintah itu bukan ditujukan kepada Malaikat.
Lebih dekatnya seperti ini, seseorang berkata: "sang guru menyruruh seluruh anak muridnya untuk masuk ke dalam kelas.
Maka masuklah semua muridnya ke dalam kelas kecuali Jaja"
Berarti Jaja adalah satu dari murid-murid sang guru.
Maka masuklah semua muridnya ke dalam kelas kecuali Jaja"
Berarti Jaja adalah satu dari murid-murid sang guru.
Argumen Mutakallimun:
Pertama:
Iblis itu sudah barang tentu dari golongan Jin.
Sesuai apa yang difirmankan oleh Allah swt dalam surat Al-Kahfi ayat 50:
Iblis itu sudah barang tentu dari golongan Jin.
Sesuai apa yang difirmankan oleh Allah swt dalam surat Al-Kahfi ayat 50:
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآَدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّفَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّه.
"dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam Maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, Maka ia mendurhakai perintah Tuhannya……"
Namun Imam Al-Rozi mengatakan bahwa dalil ini lemah,
karena kata Jin جن itu berasal dari kata Ijtinan اجتنان yang berarti tertutup atau tidak terlihat.
karena kata Jin جن itu berasal dari kata Ijtinan اجتنان yang berarti tertutup atau tidak terlihat.
Itu kenapa Janin disebut janin جنين karena ia tidak terlihat.
Surga dalam bahasa Arab disebut Jannah جنة kerana surga itu tertutup oleh pepohonan tebal dan lebat sehingga tidak terlihat siapa yang ada didalamnya.
Surga dalam bahasa Arab disebut Jannah جنة kerana surga itu tertutup oleh pepohonan tebal dan lebat sehingga tidak terlihat siapa yang ada didalamnya.
Begitu juga orang gila disebut Junun جنون itu karena otaknya sudah tertutup/hilang.
Begitu juga malaikat, ia masuk dalam kata jin ini karena ia tidak terlihat oleh mata.
Maka ketika malaikat pun masuk dalam kategori jin secara bahasa, mestinya jin dalam ayat diatas tidak hanya diartikan makhluk jin saja. Tetapi malaikatpun masuk dalam kata itu.
Kedua:
Iblis itu punya keturunan, sedangkan Malaikat tidak punya keturunan.
Jadi Iblit itu dari golongan jin sebagaimana layaknya jin.
Ini sejalan dengan Firman Allah swt yang menerangkan tentang sifat Iblis:
"…………Patutkah kamu mengambil Dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu?............."
(QS Al-kahfi 50)
(QS Al-kahfi 50)
Ketiga:
Malaikat adalah makhluk Allah yang ma'sum (terjaga) sehingga ia tidak bermaksiat kepada Allah.
Firman Allah swt:
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan".
(QS Al-Tahrim 6)
(QS Al-Tahrim 6)
Sedangkan Iblis itu bermaksiat kepada Allah seperti apa yang telah kita ketahui cerotanya.
Jadi sudah jelas bahwa Iblis itu dari golongan Jin.
Jadi sudah jelas bahwa Iblis itu dari golongan Jin.
Keempat:
Iblis adalah makhluk yang terbuat dari api. "Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api ……"
(QS Al- A'rof 12).
Sedangkan Malaikat jauh berbeda,ia diciptakan dari cahaya.
Dari 'Aisyah ra, Rasul saw bersabda: "malaikat itu diciptakan dari cahaya sedangkan Jin diciptakan dari nyala Api tanpa Asap"
(HR Muslim)
Dari 'Aisyah ra, Rasul saw bersabda: "malaikat itu diciptakan dari cahaya sedangkan Jin diciptakan dari nyala Api tanpa Asap"
(HR Muslim)
Inilah apa yang disebutkan oleh Imam Al-Rozi dalam kitab tafsirnya tentang masalah perbedaan ulama mengenai apakah Iblis itu dari golongan Jin atau Malaikat.
Imam Ibnu Katsir
Lebih lanjut tentang Iblis, Imam Ibnu Katsir menuliskan dalam kitab tafsirnya sebuah riwayat dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Iblis itu adalah sekelompok bala tentara dari golongan malaikat.
Yang bernama Al-Harits, dan juga bertugas menjadi penjaga surga.
Yang bernama Al-Harits, dan juga bertugas menjadi penjaga surga.
Diceritakan bahwa Makhluk pertama yang mendiami bumi ialah golongan Jin.
Namun keberadaan Jin di bumi hanya mengacaukan bumi, menimbulkan kerusakan dan menumpahkan darah satu sama lain.
Namun keberadaan Jin di bumi hanya mengacaukan bumi, menimbulkan kerusakan dan menumpahkan darah satu sama lain.
Lalu Allah mengirim Pasukan Iblis untuk mengatasi masalah yang ada di bumi itu dan segala kerusakan yang telah terjadi akibat kelakuakn Jin itu.
Dan dengan kelebihan yang Allah berikan Iblis pun berhasil menumpas dan menangani Jin-Jin perusak tersebut lalu membuangnya ke lautan serta ke pegunungan.
Dan dengan kelebihan yang Allah berikan Iblis pun berhasil menumpas dan menangani Jin-Jin perusak tersebut lalu membuangnya ke lautan serta ke pegunungan.
Karena keberhasilannya itu, timbullah rasa sombong dan angkuh dalam diri Iblis sampai-sampai ia berkata: "aku telah melakukan apa yang belum pernah dilakukan oleh yang lain.".
Ibnu Abbas berkata: Allah telah memperlihatkan kesombongan dalam diri Iblis tapi tidak pada malaikat yang ada bersamanya saat itu.
script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({ google_ad_client: "ca-pub-7691476900848140", enable_page_level_ads: true }); </script>
Saudaraku.....
Iblis itu adalah musuk kita,maka kenali musuh kita sebelum berperang denganya
Perlu di ketahui
IBLIS ITU SANGAT ALIM
JANGAN DI SANGKA IBLIS TIDAK TAU ALQUR'AN
Jika engkau bertanya tentang Al-Qur'an kpd iblis,
maka iblis akan bisa menerangkan dg sangat jelas, karena iblis tau persis kapan ayat itu turun dari langit...
JANGAN DI SANGKA IBLIS TIDAK TAU HADIS
Jika engkau bertanya tentang ilmu hadist kpd iblis
maka iblis akan pandai menjelaskannya sebab iblis itu asbab wurudnya hadis
JANGAN DI SANGKA IBLIS TIDAK TAU KISAH PARA NABI
Jika engkau bertanya tentang kisah para nabi, iblis akan dg tepat menceritakannya karena iblis sudah ada sejak nabi adam masih berada dalam surga...
JANGAN DI SANGKA IBLIS TIDAK TAU SURGA
jika engkau tanya tentang kenikmatan surga maka iblis akan bisa menerangkanya sebab iblis awalnya penghuni surga
iblis ahli alqur'an...
iblis ahli hadist....
iblis ahli riwayat..
iblis tau kenikmatan surga..
iblis ahli hadist....
iblis ahli riwayat..
iblis tau kenikmatan surga..
Tapi iblis tdk menjadi kekasih Allah, karena dalam diri iblis ada kalimat...
AKU LEBIH BAIK DARIPADA KAMU(ke nabi adam)
Semoga sedikit ilmu yg dititipkan Allah Subhana Wa Ta'alla dihati kita tdk menjadikan kita sombong dalam segala urusan...
Juga paham bahwa ilmu tak menjamin orang pasti ta'at dan sholeh.
Juga paham bahwa ilmu tak menjamin orang pasti ta'at dan sholeh.
YANG AKU TAKUTKAN.....
hatiku tambah mengeras dan sulit menerima nasehat namun
sangat pandai menasehati
Yang aku takut...
aku merasa paling benar, sehingga merendahkan yang lain.
sangat pandai menasehati
Yang aku takut...
aku merasa paling benar, sehingga merendahkan yang lain.
YANG AKU TAKUTKAN...
Kegoisaku terlalu tinggi
hingga
merasa paling baik di antara yang lain.
hingga
merasa paling baik di antara yang lain.
YANG AKU TAKUTKAN....
aku lupa bercermin,namun
sibuk berprasangka buruk kepada yang lain.
sibuk berprasangka buruk kepada yang lain.
YANG AKU TAKUTKAN
ilmuku membuatku sombong sehingga memusuhi orang lain yang berbeda denganku
YANG AKU TAKUTKAN
lidahku makin lincah membicarakan aib orang lain,namun lupa dengan aibku yang menggunung dan tak sanggup kubenahi.
YANG AKU TAKUTKAN
aku hanya hebat dalam berkata namun buruk dalam berbuat.
YANG AKU TAKUTKAN
aku hanya cerdas dalam mengkritik, namun lemah dalam mengkoreksi diri sendiri.
YANG AKU TAKUTKAN
aku membenci dosa orang lain, namun saat aku sendiri buat dosa aku enggan membencinya.
LIHATLAH KE HATI,APAKAH ADA YANG SEPERTI DI SEBUTKAN DI ATAS....?????
Semoga Allah swt
senantiasa menyadarkanku sehingga lebih rajin instrospeksi diri daripada sibuk melihat orang lain yang belum tentu perilaku dan tutur katanya lebih baik dari diriku.. Aamiin...
senantiasa menyadarkanku sehingga lebih rajin instrospeksi diri daripada sibuk melihat orang lain yang belum tentu perilaku dan tutur katanya lebih baik dari diriku.. Aamiin...
Wallahu a'lam Bishowab

No comments:
Post a Comment