Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an
الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ
Artinya:
“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.”
(QS. At-Taubah: 20)
Hijrah yakni berasal dari bahasa Arab yang artinya meninggalkan, menjauhkan dari, dan berpindah tempat.
Ada dua macam hijrah yaitu ‘Hijrah Makaniyah” dan “Hijrah Maknawiyah’ sebagai umat muslim patutlah kita harus meneladaninya
Pertama adalah Hijrah Makaniyah. Hijrah Makaniyah merupkan hijrah yang meninggalkan suatu tempat. Pada saat di masa kenabian, peristiwa Hijrah Makaniyah terjadi sebanyak tiga kali
- habasya atau etopia
- Thoif
- Madinah Atau yasrib
Kedua Hijrah Maknawiyah’ adalah meninggalkan semua apa yang dilarang oleh Allah SWT.
Maka dari hijrah maknawiyyah terbagi :
1.Fikriyah berasal dari kata fiqrun yang artinya adalah pemikiran. Seiring dengan berkembangnya zaman, majunya dunia teknologi dan derasnya arus informasi, seolah dunia semakin luwes dan beresiko lebih bebas. Berbagai macam informasi dan pemikiran dari belahan bumi dapat diperoleh dari dunia maya dengan mudah dan cepat. Oleh karena itu hijrah fikriyah harus dilakukan dengan meninggalkan pemikiran-pemikiran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang menimbulkan mudharat.
2.Hijrah I’tiqadiyah adalah hijrah yang diiringi dengan keyakinan. Akar iman mengalami proses naik dan turun, kuat dan lemah, malas dan semangat. Namun terkadang Iman bercampur dengan kemusyrikan dan terkadang Iman berada dalam kemurnian menuju kebaikan. Maka alangkah baiknya bahwa hijrah keyakinan dapat dilakukan jika kenyakinan berada di tepi jurang kekufuran senantiasa untuk menguatkan fondasi Iman.
3.hijrah sulukiyyah yakni berarti tingkah laku atau kepribadian dapat disebut juga sebagai akhlaq. Akhlak manusia mengalami perubahan berdasarkan perubahan nilai yang ada di masyarakat dari faktor lingkungan atau budaya. Adanya berbagai perubahan nilai dapat menggeser akhlaqul karimah ke arah akhlaqul sayyi’ah. Sehingga tidak aneh jika bermuculan berbagai tindak moral, asusila, dan kekerasan di masyarakat.
4.hijrah Syu’uriyah yakni memiliki cita rasa yaitu kesenangan dan kesukaan.Pada diri manusia yakni sering terpengaruhi oleh kesenangan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam dan melenceng. Mereka lupa akan kewajiban-kewajiban yang diperintah oleh Allah dan Rasulnya sehingga mendekatkan larangan Allah SWT. Sebabnya Hijrah Syu’uriyyah harus dilakukan saat hati manusia cenderung kepada kesenangan yang tidak sesuai Islam untuk lekas melakukan hal kebaikan.
Setelah mengetahui macam Hijrah, saatnya sebagai umat muslim menjadi tonggak keberhasilan untuk negeri yang lebih baik.
Dengan menghadapi berbagai perubahan, kuatkanlah akar fondasi iman dan takwa dengan terus mengisi dengan kebaikan tanpa kenal lelah.
Bahwasannya Allah SWT sungguh mencintai hamba-hambaNya yang berhijrah dan berdakwah berjuang di jalan-Nya untuk menegakan kebenaran dan memancarkan keberkahan.
No comments:
Post a Comment