Thursday, 2 May 2019

Kisah Dzil Khuwaishirah yang menuduh rosulullah curang

Ada seorang laki laki yang bernama
Abdullah ibn Dzil Khuwaishirah at-Tamimi
yang telah berani kepada Rasulullah menuduh berbuat curang,dengan perkataanya:

فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اعْدِلْ

“Wahai Rasulullah berlaku adillah”

Abdullah ibn Dzil Khuwaishirah at-Tamimi telah menganggap dirinya lebih wara’ daripada Rasulullah saw dan menghukumi Rasulullah saw sebagai orang yang curang dan tidak adil dalam pembagian. 
Sifat yang demikian ini selalu menyertai sepanjang sejarah. 
Hal itu mempunyai efek yang sangat buruk dalam hukum dan amal sebagai konsekwensinya.

Itulah sifat yang paling nampak dari Khawarij adalah suka mencela terhadap para Aimatul Huda (para Imam), menganggap mereka sesat, dan menghukum atas mereka sebagai orang-orang yang sudah keluar dari keadilan dan kebenaran.
Dan seolah olah dirinya yang paling baik,paling bersih,paling suci seperti yang tercermin dari sifat dzul khuwaishirah seolah dirinya paling adil daripada rosulullah saw
Naudzubilah

Nama lelaki itu muncul dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari-Muslim:

عن أبي سعيد قال بينا النبي صلى اللّه عليه وسلم يقسم جاء عبد اللَّه بن ذي الخويصرة التميمي فقال « اعدل يا رسول اللّه » فقال « ويلك ومن يعدل إذا لم أعدل » قال عمر بن الخطّاب « دعني أضرب عنقه » قال « دعه فإنّ له أصحابا يحقِر أحدكم صلاته مع صلاته وصيامه مع صيامه يمرقون من الدّين كما يمرق السّهم من الرّميّة ينظر في قذذه فلا يوجد فيه شيء ثم ينظر في نصله فلا يوجد فيه شيء ثمّ ينظر في رصافه فلا يوجد فيه شيء ثمّ ينظر في نضيّه فلا يوجد فيه شيء قد سبق الفرث والدم آيتهم رجل إحدى يديه أو قال ثدييه مثل ثدي المرأة أو قال مثل البضعة تدردر يخرجون على حين فرْقة من النّاس » قال أبو سعيد « أشهَد سمعت من النّبيّ صلى اللّه عليه وسلم وأشهد أنّ عليّا قتلهم وأنا معه جيء بالرجل على النعت الّذي نعته النبيّ صلّى اللّه عليه وسلم » قال فنزلت فيه ومنهم من يلمِزك في الصّدقات

Dari Abu Said, berkata: 
“Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW yang membagi-bagikan (ghanîmah), datang Abdullah ibn Dzil Khuwaishirah at-Tamimi dan berkata: “Wahai Rasulullah, berlakulah adil.”

Rasulullah menjawab: “Celaka! Siapa bisa adil kalau saya saja tidak adil.” 

Kemudian ‘Umar ibn Khattab berkata: “Wahai Rasulullah, biarkan saya penggal lehernya!” 
Nabi menjawab: “Biarkan dia. 
Kelak dia akan punya banyak pengikut yang salat kalian tidak ada apa-apa
nya dibanding salat mereka, 
puasa kalian tidak ada apa-apanya dibanding puasa mereka. 
Mereka keluar dari agama seperti melesatnya anak panah dari busurnya. 
Maka ketika diperiksa ujung panahnya, tidak ditemukan apa-apa. Diteliti batang panahnya, tidak ditemukan apa-apa. 
Diselidiki bulu anak panahnya, tidak ditemukan apa-apa. 
Anak panah itu menembus kotoran dan darah. 
Ciri-ciri mereka adalah lelaki yang salah satu lengan atasnya atau dadanya bagaikan payudara wanita atau terdapat segumpal daging kenyal yang bergerak-gerak. 
Mereka akan muncul saat terjadinya perpecahan manusia.
” Abu Sa’id berkata: “Saya bersaksi bahwa saya mendengar hadis ini dari Rasulullah SAW dan saya bersaksi bahwa ‘Ali ibn Abu Thalib memerangi mereka, dan saya bersamanya saat didatangkan seorang laki-laki yang disebutkan ciri-cirinya oleh Rasulullah SAW.”
Kemudian turunlah ayat: ”Dan di antara mereka ada yang mencelamu dalam pembagian zakat.”(attaubah 58-60)
(HR Bukhari-Muslim)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata tatkala menjelaskan hadis Dzil Khuwaishirah tersebut di atas:
“Hadis ini merupakan dalil yang sangat mendasar, bahwa berontak pada pemimpin bukan hanya dengan pedang semata, tapi bisa juga dengan perkataan dan ucapan. Perhatikanlah, orang ini (Dzul Huwaishrah), dia tidak mengangkat pedang guna membunuh Nabi muhamad saw tapi dia hanya mengingkarinya (dengan terang-terangan). Apabila dijumpai dalam sebagian kitab ahli sunnah yang menyatakan bahwa berontak itu adalah dengan pedang, maka maksudnya adalah puncak pemberontakan”
Itulah sekelumit ciri ciri kaum khowarij

Wallohu a'lam

No comments: