Tuesday, 17 September 2024

kafir masuk mesjid

Deskripsi mas'alah:

Kafir masuk mesjid


Murut ulama Kalangan Syafi’iyah


قال النووي في المجموع، قال أصحابنا لا يكن كَافِرٌ مِنْ دُخُولِ حَرَمِ مَكَّةَ، وَأَمَّا غَيْرُهُ فيجوز أن يدخل كل مسجد ويبيت فيه بِإِذْنِ الْمُسْلِمِينَ وَيُمْنَعُ مِنْهُ بِغَيْرِ إذْنٍ،


Imam Nawawi berpendapat dalam al-Majmu’, para golongan kami mengatakan bahwa tidak mungkin orang kafir masuk ke dalam Masjidil haram Makkah, adapun masjid selain Masjidil haram diperbolehkan masuk asal mendapatkan izin dari orang muslim.

Kalangan Hanafiyah

وقالت الحنفية ومجاهد يجوز دخول الكتابى دون غيره لِحَدِيثِ جَابِرٍ إنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ (لايدخل مسجدنا هذا بعد عامنا هذا مشرك إلا أهل العهد وخدمهم، أخرجه أحمد بسند جيد، وهذا هو الظاهر

Ulama Hanafiyah dan mujahid memperbolehkan ahli kitab dan melarang selainnya untuk masuk kedalam semua masjid berdasarkan hadis dari Jabir bahwa nabi Muhammad SAW bersabda , “Tidak boleh memasuki masjid kita setelah tahun ini orang musyrik, kecuali orang yang mengikat perjanjian dan pelayan mereka.” Diriwayatkan imam Ahmad dengan sanad jayyid, dan ini qoul dhohir.


Kalangan Malikiyah

وقالت المالكية (لا يجوز للكافر دخول مسجد الحل والحرم إلا لحاجة) قال العلامة الصاوى يمنع دخول الكافر المسجد وإن أذن له مسلم إلا لضرورة عمل، ومنها قلة أجرته عن المسلم على الظاهر.

Ulama malikiyah berpendapat bahwa orang kafir tidak diperbolehkan masuk ke dalam masjid al-Halli (masjid selain Masjidil haram) dan Masjidil Haram kecuali tanpa adanya keperluan. Telah berkata al-Allamah as-Showi mengenai dilarangnya orang kafir masuk masjid walaupun diizini oleh orang muslim kecuali ada kedaruratan misalnya murahnya bayaran mereka daripada orang muslim ketika dipekerjakan menurut pendapat dzahir.


Kalangan Hanabilah

وقالت الحنبلية (لا يجوز لكافر دخول الحرم مطلقا ولا مسجد الحل إلا لحاجة)

Ulama Hanabilah berpendapat bahwa orang kafir tidak diperbolehkan masuk ke Masjidil Haram dan masjid lain secara mutlak kecuali adanya keperluan.


Semoga bisa membuka cakrawala keilmuan kita

tingkatan sabar

Deskripsi 

Berapa tingkatan sabar

Jawaban

Sabar dan Derajatnya

الصَّبْرُ ثَلَاثٌ: فَصَبْرٌ عَلَى الْمُصِيبَةِ، وَصَبْرٌ عَلَى الطَّاعَةِ، وَصَبْرٌ عَنِ الْمَعْصِيَةِ، فَمَنْ صَبَرَ عَلَى الْمُصِيبَةِ حَتَّى يَرُدَّهَا بِحُسْنِ عَزَائِهَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ ثَلَاثَمِائَةِ دَرَجَةٍ بَيْنَ الدَّرَجَةِ إِلَى الدَّرَجَةِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ، وَمَنْ صَبَرَ عَلَى الطَّاعَةِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ سِتَّمِائَةِ دَرَجَةٍ، مَا بَيْنَ الدَّرَجَةِ إِلَى الدَّرَجَةِ كَمَا بَيْنَ تُخُومِ الْأَرْضِ إِلَى مُنْتَهَى الْعَرْشِ، وَمِنْ صَبَرَ عَنِ الْمَعْصِيَةِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ تِسْعَمِائَةِ دَرَجَةٍ، مَا بَيْنَ الدَّرَجَةِ إِلَى الدَّرَجَةِ كَمَا بَيْنَ تُخُومِ الْأَرْضِ إِلَى مُنْتَهَى الْعَرْشِ وَمِنْ صَبَرَ عَنِ الْمَعْصِيَةِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ تِسْعَمِائَةِ دَرَجَةٍ، مَا بَيْنَ الدَّرَجَةِ إِلَى الدَّرَجَةِ كَمَا بَيْنَ تُخُومِ الْأَرْضِ إِلَى مُنْتَهَى الْعَرْشِ مَرَّتَيْنِ

Sabar ada tiga tingkatan.
Sabar atas musibah sabar dalam menjalani ketaatan dan sabar dari laku kemaksiatan.
Siapa saja yang sabar menghadapi musibah,sampai ia mampu merestorasinya sebaik mungkin,Allah akan mengangkat 300 derajatnya.
Di mana satu dengan lainnya berjarak sejauh antara langit dan bumi.
Dan yang bersabar dalam menjalani ketaatan Allah mengangkat 600 derajatnya. 
Di mana satu dengan lainnya berjarak sejauh antara lapisan-lapisan bumi dan batas (ketinggian) ‘arsy.
Sedangkan bagi yang bersabar dari laku kemaksiatan Allah mengangkat 900 derajatnya.
Di mana, satu dengan lainnya berjarak sekitar dua kali lipat antara lapisan-lapisan bumi dan batas (ketinggian) ‘arsy.