Saturday, 2 March 2019

Hoax prabowo marah pada ulama

[SALAH] Prabowo Marah Pada Ulama dan Tokoh Masyarakat di Madura

Video marahnya Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 02, Prabowo Subianto, kepada ulama di Madura tidak benar. Sebab, menurut KH Moh Yazid, Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Assadad, Ambunten Timur, Sumenep, Madura, menyatakan, Prabowo tidak memarahi ulama, melainkan menegur relawan (warga) yang tengah duduk di depan karena berbicara. Suaranya pun cukup keras sehingga langsung terdengar oleh Prabowo, yang sedang berada di atas panggung. “Nah kebetulan ada satu relawan yang sedang mengobrol kencang kedengeran sama Pak Prabowo,” kata Kiai Yazid.

=====

Kategori: False Context

=====

Sumber: Media Sosial

https://twitter.com/GunRomli/status/1100570104280973312
https://www.facebook.com/ezki.suyanto/videos/10155795800011428/
https://www.facebook.com/groups/184495494950377/permalink/2154360084630565/
https://www.facebook.com/boyke.s.18/posts/473154086839390
https://www.instagram.com/p/BuYut3AnWxd/

=====

Narasi:

1) Ini @prabowo kasar sekali menegur ulama & tokoh masyarakat di Sumenep Madura, panggil 'You You' segala, kalau mau negur pake lah cara yg baik, ini kejadian di Ponpes Assadad Sumenep 26 Feb #PrabowoRajaTega

2) *BREAKING NEWS: PRABOWO MARAH DI DPN ULAMA MADURA*
-----------------------
Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, ngambek dan marah di hadapan para kiai dan tokoh masyarakat di PP. Assadad, Ambunten, Sumenep, pada Selasa, 26 Februari 2019.

Prabowo (ngambek): "Ada apa bicara sendiri di situ? Apa kamu aja yang mau bicara di sini?"
Kiai (selow): "Lanjut, Pak. Lanjut."

Akutu atut!!!

3) *BREAKING NEWS: PRABOWO MARAH DI DPN ULAMA MADURA* ----------------------- Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, ngambek dan marah di hadapan para kiai dan tokoh masyarakat di PP. Assadad, Ambunten, Sumenep, pada Selasa, 26 Februari 2019. Prabowo (ngambek): "Ada apa bicara sendiri di situ? Apa kamu aja yang mau bicara di sini?"

4) BREAKING NEWS :
PRABOWO MARAH DI DPN ULAMA MADURA

Marah di hadapan para kiai dan tokoh masyarakat di PP. Assadad, Ambunten, Sumenep,
Selasa, 26 Februari 2019.

๐ŸŽฌ#You ape.. ape.. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜ญ๐Ÿ™ˆ

=====

Penjelasan:

Viral video yang dikatakan kemarahan Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 02, Prabowo Subianto, kepada ulama dan tokoh masyarakat. Dalam video itu memperlihatkan Prabowo yang tengah berpidato menghentikan pidatonya dan menegur seseorang.

Setelah dilakukan penelusuran, berdasarkan pengakuan Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Assadad, Ambunten Timur, Sumenep, Madura, KH KH Moh Yazid, Prabowo tidak marah kepada ulama melainkan menegur salah seorang relawan yang duduk di depan panggung. Area sekitar panggung itu diisi oleh relawan Prabowo.

“Saya kebetulan posisi saya persis berdiri, ketika beliau asyik sedang berpidato, sebetulnya bukan orang lain ya, itu relawan. Karena memang kita sterilkan di depan tangga masuk ke tempat (panggung) itu relawan semuanya,” kata Kiai Yazid.

Kiai Yazid menceritakan, saat Prabowo berpidato, ada salah seorang relawan yang posisinya tak jauh dari Prabowo sedang berbicara. Suaranya pun cukup keras sehingga langsung terdengar oleh Prabowo, yang sedang berada di atas panggung.

“Nah kebetulan ada satu relawan yang sedang mengobrol kencang kedengeran sama Pak Prabowo,” lanjut Kiai Yazid.

Kiai Yazid memastikan apa yang menjadi dugaan masyarakat bahwa Prabowo marah-marah itu salah besar. Pasalnya, dia tahu sendiri Prabowo hanya menegur dengan intonasi suara yang halus, tidak membentak.

Selain itu, ekspresi Prabowo saat menegur juga terlihat senyum-senyum. Kiai Yazid mengatakan tak melihat mimik marah-marah pada wajah Prabowo.

“Sebetulnya saya sih lihat judul di media-media itu kesannya kok marah, sebetulnya nggak marah sih ya. Menegur dan mimiknya saya tahu betul karena begitu memotong pidatonya, saya kaget, saya toleh ke beliau, nggak, beliau senyum-senyum aja,” papar Kiai Yazid.

Kiai Yazid menambahkan rekaman video memang diambil agak jauh, sehingga ekspresi yang terlihat kurang jelas. Namun dia saat itu melihat dari depan dan jelas bagaimana ekspresi Prabowo.

“Saya kira kurang pantas disebut marah, karena tidak ada marah-marah. Kalau marah-marah kan kita tahu intonasinya seperti apa ya, itu ndak kok, ndak ada. Dan itu kan agak dari jauh ya video yang beredar. Kebetulan saya dekat beliau dan nggak kok beliau senyum-senyum,” jelasnya.

Tak hanya itu, Kiai Yazid yakin yang ditegur Prabowo itu para relawan yang berada di depan. Bukan ulama seperti yang diduga beberapa pihak.

“Dan itu relawan, saya yakinkan itu relawan bukan ulama. Itu relawan sendiri karena memang berbicara di depan dan mungkin mengganggu konsentrasi beliau,” pungkasnya.

Senada dengan Kiai Yazid, Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Viva Yoga, menegaskan sang capres tidak marah kepada ulama ataupun tokoh masyarakat yang ada. Menurutnya, Prabowo menegur warga yang ikut hadir dalam acara tersebut.

“Dalam video itu, sikap Prabowo menegur audiens, bukan ulama, hanya menegur sayang, tidak menegur dengan kemarahan,” ujar Viva.

Berdasarkan penjelasan itu, konteks Prabowo memarahi ulama atau tokoh masyarakat tidak benar. Sebab, berdasarkan pengakuan Kiai Yazid dan Viva, Prabowo hanya menegur warga atau relawan dalam acara di Pondok Pesantren Assadad, Madura. Dengan demikian, postingan tersebut masuk ke dalam kategori False Context.

=====

Referensi:

https://news.detik.com/berita/d-4446654/kesaksian-ulama-madura-prabowo-tak-marah-marah-di-sumenep
https://duta.co/ulama-madura-bantah-isu-prabowo-marah/
https://news.detik.com/berita/d-4446186/beredar-video-prabowo-marah-ke-ulama-di-sumenep-ini-penjelasan-bpn

Hoax islam tidak boleh di tegakan

[SALAH] "Islam tdk boleh ditegakkan"

Pelintiran daur ulang, konfirmasi oleh Imam Besar Masjid di Angola tidak ada pelarangan agama Islam di Angola. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten yang Salah.

======

SUMBER

http://bit.ly/2IKhEHG http://archive.today/OI6xT, post oleh akun "Mutia Mutiah" (facebook.com/mutia.mutiah.980), sudah dibagikan 3.487 kali per tangkapan layar dibuat.

======

NARASI

"ANGOLA BYK UTANG MA CINA,
Konsekuen nya Islam tdk boleh ditegakkan,byk mesjid ditutup,akhirnya pd sholat di jalanan &ditembaki oleh polisi.

Hello Muslim Indonesia ,elo mau digituin??

Jangan sampai indonesia seperti anggola.setelah tak boleh bayar hutang sama cina mk negara itu tidak bisa berbuat apa 2xkarna semua apa yang ada di anggola telah di kuasai cina,ummat muslim dkriminalisasi mesjid ditutup dan lain lainnya๐Ÿ˜ญ
Simak yg disampaikan ulama ⬇️".

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

* Post SUMBER membagikan foto dari http://bit.ly/2Img75z, akun "portalmuslim" (instagram.com/portalmuslim/).
* Post SUMBER menambahkan narasi untuk membangun premis pelintiran, menghubungkan antara hutang dengan isu yang berdasarkan konfirmasi oleh yang berada di lokasi dinyatakan tidak benar.

------

(2) Beberapa artikel yang berhubungan:

* detikNews: "Pesan Berantai Islam Dilarang di Angola Tidak Benar", selengkapnya di (1) bagian REFERENSI.
* BBC: "Mitos yang gigih bahwa Islam dilarang di Angola", selengkapnya di (2) bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

(1) http://bit.ly/2H3j4bZ, "Kamis 28 Januari 2016, 12:24 WIB

Hoax or Not

Pesan Berantai Islam Dilarang di Angola Tidak Benar

Salmah Muslimah - detikNews

(foto)
Ilustrator: Zaki Alfarabi

Jakarta -
Isu:

Beredar pesan berantai yang berisi informasi tentang peristiwa di Angola, di mana agama Islam dilarang dan tidak diakui. Selain itu, banyak masjid yang dirubuhkan dan dibakar karena dianggap ilegal dan tak berizin. Pesan itu menyebar secara viral dan meminta umat Islam bereaksi.

Pesan itu berupa poster bergambar seorang tokoh Angola, gambar masjid yang dirubuhkn dan sebuah artikel berbahasa Melayu. Isinya menyebutkan Angola mengharamkan agama Islam karena dianggap bertentangan dengan budaya.

Investigasi:

detikcom menelusuri awal pesan tersebut, termasuk media asing yang menuliskan berita tentang pelarangan Islam di Angola. Hasilnya, memang ada sejumlah media asing seperti Al Jazeera, Daily Mail dan International Business Time yang memberitakan hal tersebut. Namun perlu dicatat, kabar tersebut diberitakan tahun 2013 lalu. Sementara untuk tahun 2016 atau 2015 pemberitaan itu hampir tidak ada, kecuali di media lokal Pakistan.

detikcom juga mengontak KBRI di Windhoek, Namibia yang juga merangkap untuk Angola pada Rabu (28/1) malam. Di ujung telepon menjawab Konselur Pensosbud Pramudya Sulaksono. Dia mengaku juga mendapat kabar soal isu itu.

"Akhir 2015 lalu kami ke Angola dan melakukan konfirmasi," jelas Pramudya.

KBRI Windhoek mengontak Kemlu Angola juga imam besar masjid di Angola. Konfirmasi didapatkan, tidak ada pembakaran dan pelarangan Islam.

Menurut Pramudya, isu yang berkembang ini sudah lama, sejak 2013 lalu. Tapi entah mengapa, isu ini muncul lagi di media di Indonesia dan Pakistan, serta beberapa negara Islam.

"Di Angola ini memang sedang berkembang ekonominya. Minyak sedang booming di sini. Mayoritas penduduk di sini Katolik karena pernah menjadi jajahan Portugis, Islam juga ada di bagian utara, serta ekspatriat yang datang," terang dia.

"Isu lama ini sedang diangkat kembali. Kami tegaskan, sudah kami konfirmasi tidak ada pelarangan Islam di sini, Imam Besar Masjid di Angola juga sudah memastikan," tutur dia.

Kesimpulan:

Informasi yang beredar mengenai pelarangan Islam dan pembakaran serta pengrusakan masjid di Angola tidak benar atau hoax. Masalah itu memang pernah terjadi tahun 2013 lalu. Namun saat ini Islam sudah diterima di Angola. (slm/mad)"

------

(2) BBC: "Mitos yang gigih bahwa Islam dilarang di Angola

18 Oktober 2016

(foto)

Laporan palsu bahwa Angola telah menjadi negara pertama di dunia yang melarang Islam telah muncul kembali. Wartawan BBC Clare Spencer bertanya apakah ini terkait dengan pemilihan presiden AS.

"Orang Muslim sangat gila sekarang," tulis Frank Lea di Freedom Daily .

"Otoritas Angola melarang Islam, yang mereka anggap sesat, BUKAN agama," lanjut situs web Liberty Is Viral .

Cerita ini memberikan rincian tentang sebuah masjid yang dirampok di permukiman Zango di ibu kota Angola, Luanda.

"Mereka melihat apa yang dilakukan Muslim untuk non-Muslim, khususnya di Afrika, dan mengambil langkah untuk mencegah hal itu terjadi di Angola," cerita yang diterbitkan oleh ReaganCoalition.com mengatakan.

"Mungkin AS bisa belajar satu atau dua hal dari Angola," tambah situs Amerika First Patriots , yang mengatakan 80 masjid telah dilibas.

Tapi cerita aslinya tidak benar.

Kontak di Luanda mengambil foto ini bulan lalu dari sebuah masjid yang masih berfungsi:

(foto)

Salah satu Muslim Angola, Adam Campos, mengatakan kepada BBC bahwa sebenarnya komunitas Muslim "bertumbuh setiap hari".

Tapi Mr Campos mengatakan masjidnya sendiri ditutup oleh pemerintah beberapa tahun yang lalu dan, pada periode yang sama, beberapa hancur.

Di sinilah kesalahpahaman bahwa Islam telah dilarang tampaknya berasal.

Dia menjelaskan bahwa masjid dihancurkan karena pemerintah mengatakan mereka tidak memiliki izin untuk dibangun.

Dia menambahkan bahwa tidak semua dari mereka ditutup, dan dia pergi ke yang lain untuk berdoa, meskipun kadang-kadang orang memilih untuk beribadah di luar masjid tertutupnya.

Kemudian, setelah beberapa bulan, dan para pengacara terlibat, masjid tiga lantai di daerah Hoji-ya-Henda di Luanda dibuka kembali.

"Islam tidak dilarang di Angola, kami menghadapi beberapa kesulitan seperti kelompok agama minoritas lainnya, karena kami tidak diakui oleh pemerintah."

Sekarang "semuanya tenang, dan saya berharap mereka terus seperti ini" katanya.

Namun kembali pada tahun 2013 berita tentang larangan yang diduga menyebar dari surat kabar berbahasa Perancis , La Nouvelle Tribune ke Daily Mail Inggris dan sejauh India Today.

Sebuah kelompok di London begitu marah sehingga mereka melakukan protes di luar kedutaan Angola, yang fotografer Peter Marshall dokumentasikan .

Hak cipta gambarPETER MARSHALL
Surat kabar Afrika Selatan Daily Maverick memecahkan mitos itu tak lama setelah pertama kali muncul.

"Tidak" katanya "Angola tidak 'melarang Islam'. Ini sedikit lebih rumit dari itu".

Banyak, termasuk Daily Mail, mengutip Menteri Kebudayaan Angola Rosa Cruz e Silva yang mengatakan bahwa masjid akan ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Satu detail, yang memberi cerita lebih banyak kepercayaan, adalah bahwa pemerintah telah menolak aplikasi kelompok Muslim untuk pengakuan hukum.

Ini tampaknya benar.

Ini adalah apa yang dimaksud Campos ketika dia mengatakan bahwa Islam tidak diakui oleh pemerintah.

Namun, tampaknya tidak secara khusus anti-Muslim karena banyak kelompok agama lain juga tidak diakui.

..."

Google Translate dengan penyesuaian seperlunya, selengkapnya di http://bit.ly/2Erf0RS. Tautan ke artikel dengan bahasa asli (English): https://bbc.in/2H6HNfz.

------

(3) [SALAH] "Angola Resmi Larang Islam di Negaranya", post sebelumnya di http://bit.ly/2Uci7nq.

------

(4) Pertanyaan oleh salah satu anggota FAFHH.